INSIBERNEWS - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan langkah baru untuk menghadirkan alternatif bagi penggunaan LPG 3 kg di sektor rumah tangga.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mendatangkan tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram dari luar negeri pada tahap awal implementasi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa Indonesia masih belum memiliki kemampuan teknologi untuk memproduksi tabung CNG berteknologi tinggi secara mandiri.
Menurut Laode, pengadaan tabung CNG dari luar negeri diperlukan agar program substitusi LPG dapat segera berjalan.
“Teknologinya cukup tinggi dan saat ini kemampuan produksinya masih dimiliki negara lain. Indonesia belum memproduksi teknologi tersebut,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.
China Jadi Kandidat Utama Pemasok Tabung CNG
Dalam rencana tersebut, pemerintah mengarah pada China sebagai salah satu negara pemasok utama tabung CNG. Meski tersedia sejumlah opsi negara lain, hingga kini China dinilai menjadi pilihan yang paling memungkinkan.
Laode menjelaskan bahwa kebijakan impor ini bersifat sementara dan hanya diterapkan pada fase awal penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Takuti Pengendara, Manusia Silver yang Viral Todong Pisau di Kuta Bali Diringkus Polisi
Ketika penggunaan CNG telah berkembang luas dan kebutuhan pasar meningkat, pemerintah menargetkan produksi tabung CNG dapat dilakukan di dalam negeri.
“Untuk tahap awal memang impor terlebih dahulu,” kata Laode.
Kementerian ESDM saat ini sedang mematangkan berbagai tahapan penerapan CNG sebagai sumber energi alternatif bagi rumah tangga. Program tersebut diharapkan dapat mulai menggantikan penggunaan LPG 3 kg dalam waktu dekat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan terhadap impor energi, khususnya LPG yang selama ini masih mendominasi kebutuhan gas rumah tangga nasional.
Baca Juga: Madonna, Shakira, dan BTS Siap Guncang Final Piala Dunia 2026 Lewat Halftime Show Perdana FIFA