INSIBERNEWS - Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, kembali menjadi perhatian publik.
Selain karena besarnya tuntutan hukuman, respons dari sejumlah tokoh publik juga ikut menyita perhatian, termasuk YouTuber dan kreator konten pendidikan Jerome Polin.
Dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Selasa (13/5/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara.
Baca Juga: Tragis di Museum Ronggowarsito, Siswa SD Meninggal Setelah Tertimpa Patung Saat Wisata Sekolah
Jaksa juga meminta majelis hakim menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar serta uang pengganti senilai Rp5,6 triliun terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan nasional.
Jaksa menyatakan bahwa terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 18 tahun dengan masa tahanan sementara yang telah dijalani diperhitungkan dalam hukuman tersebut. Selain itu, jaksa meminta agar Nadiem segera ditahan di rumah tahanan negara.
Kasus ini bermula dari proyek pengadaan laptop berbasis Chromebook yang sebelumnya digagas untuk mendukung digitalisasi pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Bantuan TKM Pemula 2026 Resmi Dibuka, Kemnaker Siapkan Dana untuk Calon Wirausaha
Program tersebut awalnya ditujukan untuk mempercepat transformasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.
Di tengah ramainya pembahasan kasus tersebut, Jerome Polin ikut memberikan pandangannya melalui unggahan di akun Threads pribadinya.
Jerome menilai kasus yang menimpa Nadiem berpotensi memunculkan ketakutan bagi orang-orang berkualitas dan berintegritas untuk masuk ke dunia pemerintahan.
Baca Juga: Arab Saudi Diam-Diam Serang Iran? Operasi Udara Rahasia Terungkap
Menurut Jerome, apabila rasa takut itu terus berkembang, maka bukan tidak mungkin sektor pemerintahan justru akan kehilangan sosok-sosok kompeten yang sebenarnya dibutuhkan untuk membawa perubahan.
Pernyataan Jerome Polin pun langsung menuai beragam respons dari warganet. Sebagian mendukung pendapatnya karena menganggap banyak profesional muda menjadi ragu terjun ke birokrasi.