news

AS Sebut Perompakan, Pasukan Bertopeng yang Diduga Militer Iran Geruduk 2 Kapal Kargo MSC di Selat Hormuz

Jumat, 24 April 2026 | 15:30 WIB
Menyoroti skandal penyitaan 2 kapal kargo di perairan Selat Hormuz oleh pasukan bertopeng. (X.com/@mog_russEN)

INSIBERNEWS - Publik menyoroti insiden mencekam di Selat Hormuz yang terjadi pada Kamis, 23 April 2026.

Dilaporkan dua kapal kargo besar dilaporkan menjadi sasaran aksi pengambilalihan oleh pasukan bersenjata yang diduga berasal dari Iran.

Peristiwa ini dengan cepat memicu perdebatan global, terutama setelah muncul perbedaan narasi antara pihak Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Teror Pinjol Kian Nekat! DC Buat Laporan Kebakaran Palsu, Damkar Semarang Dikerjai

Rekaman yang beredar di platform X memperlihatkan sejumlah pasukan bertopeng mendekati kapal kargo bertanda “MSC” menggunakan perahu kecil. Mereka kemudian menaiki kapal dengan perlengkapan tempur lengkap.

Akun yang mengunggah video tersebut mengklaim bahwa pasukan itu merupakan bagian dari militer Iran. Klaim ini semakin menguat setelah tayangan serupa disiarkan oleh televisi nasional Iran.

Menurut laporan media internasional, dua kapal yang terlibat dalam insiden ini adalah MSC Francesca dan Epaminondas. Keduanya disebut berlayar di jalur strategis tersebut dengan dugaan pelanggaran aturan maritim.

Baca Juga: Polisi Resmi Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Santri

Dalam video yang beredar luas, terlihat pasukan bersenjata menaiki lambung kapal menggunakan tangga. Mereka juga melakukan aksi serupa terhadap kapal kedua, sebelum akhirnya masuk ke bagian dalam.

Kedua kapal tersebut diketahui berbendera Panama dan Liberia. Otoritas Iran menuding kapal-kapal ini beroperasi tanpa izin resmi serta diduga memanipulasi sistem navigasi mereka.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah penegakan hukum terhadap pelanggaran maritim. Namun, Gedung Putih memberikan pandangan berbeda.

Baca Juga: Catat! Lampu Jakarta Akan Dipadamkan Serentak 3 Kali, Ini Jadwal dan Lokasinya

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perompakan di laut internasional.

Ia menegaskan bahwa kapal yang disita bukan milik Amerika Serikat maupun Israel, melainkan kapal internasional.

Halaman:

Tags

Terkini