Selain itu, penggunaan kendaraan dinas juga dibatasi hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional penting. Aparatur Sipil Negara (ASN) didorong untuk beralih menggunakan transportasi umum guna mengurangi konsumsi bahan bakar.
Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan menghemat anggaran, tetapi juga mendorong transformasi digital dalam sistem kerja pemerintahan.
Airlangga mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi mobilitas dan penerapan WFH berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp 6,2 triliun.
Baca Juga: Bukan Rudal! Ini Hasil Pemeriksaan Benda Mirip Torpedo yang Viral di Gili Trawangan
Sementara itu, pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat diperkirakan dapat mencapai penghematan hingga Rp 59 triliun.
Dengan berbagai kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi belanja negara di tengah tekanan global yang semakin kompleks. ***