INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran yang akan berlangsung selama dua pekan.
Keputusan ini menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir.
Baca Juga: Pembonceng Motor di Kalideres Tewas Tertabrak Truk TNI Yang Beriringan
Trump menjelaskan bahwa Pakistan meminta Amerika Serikat untuk menahan rencana pengiriman kekuatan militer tambahan ke Iran. Sebagai gantinya, Iran diminta untuk segera membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan tanpa hambatan.
“Kesepakatan ini mencakup penghentian sementara seluruh operasi militer selama dua minggu dari kedua belah pihak,” ujar Trump.
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berhasil mencapai bahkan melampaui target militernya dalam konflik dengan Iran. Ia juga mengisyaratkan adanya perkembangan signifikan menuju kesepakatan damai jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Bukan Rudal! Ini Hasil Pemeriksaan Benda Mirip Torpedo yang Viral di Gili Trawangan
Menurutnya, kondisi saat ini membuka peluang besar untuk menciptakan stabilitas regional yang lebih berkelanjutan.
Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Operasi tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target di Timur Tengah, termasuk wilayah yang memiliki keterkaitan militer dengan Amerika Serikat.
Konflik ini tidak hanya berdampak pada sektor militer, tetapi juga mengguncang ekonomi global.
Ketidakstabilan di kawasan Teluk, khususnya terkait Selat Hormuz, memicu gangguan distribusi energi dunia.