INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa operasi militer AS di Iran akan segera mencapai titik akhir. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam acara KTT FII Priority di Miami Beach pada Jumat (28/3/2026) malam waktu setempat.
“Ini sudah hampir selesai, tapi belum sepenuhnya. Kita harus menyelesaikannya,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa sejak awal, ia memperkirakan operasi ini akan berjalan lancar tanpa hambatan besar.
“Kami tahu ini akan berjalan mudah,” kata Trump, mengutip laporan Wall Street Journal.
Menolak penggunaan istilah “perang” untuk menggambarkan situasi di Timur Tengah saat ini. Menurutnya, yang terjadi adalah operasi militer, bukan perang.
“Kami menyebutnya operasi militer. Bukan perang,” tegas Trump.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga sejalan dengan pandangan Trump. Rubio menekankan bahwa konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung lama dan operasi militer terhadap Iran diproyeksikan selesai dalam waktu dekat.
Baca Juga: Viral! Mobil Program Makan Bergizi Gratis Dipakai Angkut Sampah di Nabire, BGN Bekukan SPPG
“Dalam hitungan minggu, bukan bulan,” ujar Rubio.
Konflik di Iran bermula dari serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Iran membalas serangan tersebut dengan menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Pertukaran serangan ini telah memicu ketegangan di seluruh kawasan Timur Tengah dan menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian global.
Meskipun terjadi guncangan di pasar modal, Trump mengaku dampaknya tidak separah yang diperkirakannya sebelumnya.
Indeks S&P 500 tercatat mengalami penurunan selama lima minggu berturut-turut, mencapai level terendah sejak Agustus 2025.