INSIBERNEWS - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah dengan strategi baru, menyesuaikan kebutuhan wilayah.
Program ini diberikan selama lima hari sekolah dalam sepekan untuk wilayah umum, namun khusus untuk daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, MBG diberikan enam hari, dari Senin hingga Sabtu.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan bahwa langkah ini bertujuan memastikan anak-anak di daerah prioritas menerima asupan gizi yang cukup setiap hari.
Baca Juga: Kontroversi SPPG Bengkulu Viral: Pembelaan Wehelmi Ade Tarigan Picu Pro-Kontra Netizen
“Pemberian MBG di wilayah 3T dan risiko stunting tinggi merupakan strategi penting untuk mendukung pertumbuhan optimal anak,” ujarnya di Jakarta, Minggu.
Pentingnya Pendataan Akurat
BGN menekankan bahwa pendataan yang tepat menjadi kunci keberhasilan program ini. Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 oleh Kementerian Kesehatan dijadikan acuan untuk menentukan wilayah prioritas, khususnya di kawasan timur Indonesia.
“Tim kami akan berkolaborasi dengan dinas pendidikan dan kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran,” jelas Dadan.
Baca Juga: Bus Jamaah Umrah Indonesia Terbakar di Dekat Madinah, KJRI Pastikan Kepulangan Tetap Sesuai Jadwal
Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting di tiap wilayah. Beberapa provinsi di wilayah timur, Sumatera, dan Papua menjadi prioritas karena angka stunting yang masih tinggi.
Menjaga Integritas Data untuk Masa Depan Anak
Dadan menegaskan bahwa integritas data sangat penting, karena program ini berdampak langsung pada kesehatan dan masa depan generasi muda.
“Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dalam pemenuhan gizi. Setiap anak berhak mendapatkan asupan bergizi yang cukup,” tambahnya.
Baca Juga: Ulang Tahun Vidi Aldiano, Enzy Storia Bawa Kue Rayakan di TPU Tanah Kusir
Melalui kebijakan ini, BGN berharap seluruh anak sekolah, terutama yang berada di daerah 3T dan rawan stunting, memperoleh nutrisi yang mendukung pertumbuhan optimal.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia, memastikan generasi muda tumbuh sehat dan cerdas. ***
Artikel Terkait
PP Tunas Resmi Berlaku, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Abaikan Perlindungan Anak
Viral! Mobil Program Makan Bergizi Gratis Dipakai Angkut Sampah di Nabire, BGN Bekukan SPPG
Gara-Gara Imbauan Menteri Bahlil, Candaan Warganet: Baru Sadar Matikan Kompor Ternyata Penting Banget!
Kebakaran Hebat di Cianjur Hanguskan 12 Rumah, Warga Ungkap Detik-Detik Mencekam
Bus Jamaah Umrah Indonesia Terbakar di Dekat Madinah, KJRI Pastikan Kepulangan Tetap Sesuai Jadwal
Pemerintah Pastikan Haji 2026 Aman di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jadwal dan Persiapan Terbarunya