Dalam aturan yang ditetapkan BGN, seluruh kendaraan operasional SPPG hanya boleh digunakan untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat.
Mobil tersebut disediakan oleh mitra dan disewa khusus untuk menunjang kelancaran distribusi dari dapur ke masyarakat.
“Penggunaan harus sesuai peruntukan dan mematuhi SOP,” tegas Marsel.
Saat ini, pembekuan operasional dilakukan untuk proses evaluasi dan investigasi. Pihak terkait juga diminta memberikan komitmen agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini menuai reaksi keras dari warganet, terutama terkait aspek kebersihan dan keamanan makanan. Banyak yang menilai penggunaan satu kendaraan untuk dua fungsi berbeda berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi.
Kasus penggunaan mobil distribusi makanan untuk mengangkut sampah ini menjadi perhatian serius publik. Selain melanggar SOP, tindakan tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait standar kebersihan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Langkah cepat BGN membekukan operasional menjadi sinyal bahwa pelanggaran semacam ini tidak akan ditoleransi.
Evaluasi menyeluruh kini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat. ***