news

Kontroversi SPPG Bengkulu Viral: Pembelaan Wehelmi Ade Tarigan Picu Pro-Kontra Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:27 WIB
Menyoroti pernyataan pemilik SPPG di Bengkulu yang diduga membela pelaku pamer Rp6 juta yang sempat viral di medsos. (Instagram.com / @feedgramindo - @jabodetabek24info)

INSIBERNEWS - Jagat media sosial kembali diramaikan oleh kontroversi yang melibatkan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bengkulu, Wehelmi Ade Tarigan.

Namanya menjadi sorotan setelah sebuah video pernyataannya viral dan memicu reaksi keras dari warganet.

Kontroversi ini bermula dari aksi seorang pria yang berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya juga sempat viral. Aksi tersebut dinilai tidak pantas, terlebih karena disertai klaim pendapatan mencapai Rp6 juta per hari.

Baca Juga: Viral Dugaan Pemalakan di Tanah Abang Saat Lebaran 2026, Pengendara Motor Diminta Rp300 Ribu

Kronologi Viral Joget MBG dan Dampaknya
Aksi joget di lingkungan dapur MBG menuai kritik karena dianggap tidak mencerminkan etika profesional.

Situasi semakin memanas setelah diketahui lokasi tersebut menampilkan atribut resmi dari Badan Gizi Nasional.

Akibat polemik tersebut, pihak terkait akhirnya mengambil tindakan tegas dengan membekukan operasional SPPG yang bersangkutan. Pelaku joget pun telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

Baca Juga: Sang Ibunda Tutup Usia, Anji Kenang Momen Terakhir yang Tak Terlupakan

Wehelmi Ade Tarigan Balas Kritik Netizen
Alih-alih meredam situasi, pernyataan Wehelmi justru memperkeruh suasana. Dalam sebuah video yang beredar luas, ia menanggapi kritik netizen dengan nada keras.

Wehelmi menilai banyak warganet hanya berprasangka buruk terhadap program MBG tanpa memahami kondisi sebenarnya.

Ia juga menyinggung tudingan bahwa program tersebut hanya menguntungkan pihak tertentu, yang menurutnya tidak berdasar.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas! RI Jalin Komunikasi dengan Iran, Dua Kapal Pertamina Segera Diharapkan Keluar

Klarifikasi Soal Pendapatan Rp6 Juta per Hari
Dalam pembelaannya, Wehelmi menjelaskan bahwa angka Rp6 juta yang ramai diperbincangkan bukanlah keuntungan bersih.

Menurutnya, pendapatan tersebut masih digunakan untuk menutup berbagai biaya operasional, termasuk investasi pembangunan fasilitas dapur SPPG yang tidak sedikit.

Halaman:

Tags

Terkini