INSIBERNEWS - Kecelakaan tragis terjadi di Desa Manis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 24 Maret 2026.
Sebuah mobil travel yang membawa sekitar 20 penumpang dilaporkan terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 7 meter.
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah beredar video amatir di media sosial yang memperlihatkan kondisi kendaraan ringsek di dasar jurang.
Dalam rekaman tersebut, tampak warga berbondong-bondong memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
Kronologi Kecelakaan Travel di Majalengka
Berdasarkan informasi awal, kendaraan jenis Isuzu Elf itu tengah melaju dari arah Tasikmalaya menuju wilayah Majalengka. Rombongan diketahui merupakan keluarga asal Karawang yang hendak menuju Cikijing.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kecelakaan terjadi saat kendaraan melintasi jalur menurun, licin, serta memiliki tikungan tajam di kawasan Blok Maniis Tonggoh. Kondisi jalan yang cukup ekstrem diduga menjadi salah satu faktor pemicu insiden tersebut.
Selain itu, pengemudi juga disebut-sebut berada dalam kondisi lelah dan mengantuk, sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraan dengan optimal.
Baca Juga: Usai Lebaran di Rumah Gus Yaqut Kembali Ditahan KPK, Begini Kata Kuasa Hukum
Dugaan Rem Blong dan Pengemudi Kehilangan Kendali
Selain faktor kelelahan, muncul dugaan adanya gangguan pada sistem pengereman kendaraan. Rem yang tidak berfungsi dengan baik diduga menyebabkan mobil meluncur tak terkendali hingga akhirnya terjun ke jurang.
Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kecelakaan tersebut.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Sebelum petugas tiba di lokasi, warga setempat terlebih dahulu melakukan penyelamatan secara manual terhadap penumpang yang terjebak di dalam kendaraan.
Baca Juga: Pengendara Tegur Polisi yang Merokok di Jalan, Ini Risiko dan Sanksinya
Beberapa korban dilaporkan sempat terjepit akibat kondisi mobil yang mengalami kerusakan parah. Upaya evakuasi dilakukan dengan peralatan seadanya, menunjukkan kepedulian tinggi dari masyarakat sekitar.