news

Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah Memprihatinkan, Aktor Trisa Triandesa Soroti Minimnya Fasilitas Belajar

Minggu, 22 Maret 2026 | 20:00 WIB
Curhatan aktor sekaligus relawan, Trisa Triandesa, meminta bantuan buku pelajaran pada Kemendikdasmen untuk anak-anak di Reje Payung, Aceh Tengah. (Instagram/trisatriandesa)

INSIBERNEWS - Kondisi pendidikan pascabencana di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, masih jauh dari kata pulih.

Hal ini diungkapkan oleh aktor sekaligus relawan, Trisa Triandesa, yang turun langsung ke lokasi dan menyaksikan situasi belajar anak-anak di wilayah tersebut.

Melalui unggahan di media sosial, Trisa menggambarkan betapa terbatasnya fasilitas pendidikan yang dimiliki para siswa setelah bencana melanda pada akhir November 2025.

Baca Juga: Legenda Hollywood Chuck Norris Tutup Usia, Penggemar di Seluruh Dunia Berduka

Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kekurangan buku pelajaran, karena sebagian besar telah rusak atau hanyut akibat bencana.

Siswa Belajar Tanpa Buku Selama Berbulan-bulan
Dalam unggahan videonya, Trisa menyebut bahwa hingga awal Maret 2026, bantuan buku pelajaran belum juga diterima oleh sekolah maupun siswa.

Ia berharap ada perhatian serius dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk segera mengirimkan bantuan buku ke daerah tersebut.

Pasalnya, sudah lebih dari tiga bulan banyak siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran secara normal.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Misi Pasukan Indonesia ke Gaza Fokus Lindungi Warga Sipil, Bukan Melucuti Hamas

Sebagian anak bahkan belum kembali ke sekolah. Sementara yang tetap belajar harus mengandalkan metode pengajaran seadanya dari guru, tanpa dukungan materi yang memadai.

Guru Mengajar di Tenda dengan Gaji Minim
Selain keterbatasan fasilitas, kondisi tenaga pengajar juga tak kalah memprihatinkan. Trisa mengungkapkan kisah seorang guru bernama Pak Ijal yang mengajar seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dalam satu waktu.

Proses belajar dilakukan di tenda darurat milik BNPB, dengan segala keterbatasan yang ada.

Ironisnya, guru tersebut hanya menerima gaji sekitar Rp250.000 per bulan, jauh dari layak untuk beban kerja sebesar itu.

Baca Juga: Viral Video Wanita Sobek Uang Rupiah, Ternyata Bisa Kena Sanksi Hukum!

Halaman:

Tags

Terkini