INSIBERNEWS - Melalui media sosial, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkap bahwa sejumlah negara akan bergabung dengan AS untuk memastikan Selat Hormuz tetap aman dan terbuka.
Diketahui perseteruan di Timur Tengah semakin memuncak setelah Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan agar penutupan Selat Hormuz tetap dilanjutkan.
Trump menulis pada Sabtu (14/3), "Banyak negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirim kapal perang bersama AS untuk menjaga jalur ini tetap terbuka dan aman."
Baca Juga: Kapolri Ungkap Diperintah Langsung Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Aktivis HAM Andrie Yunus
Ia menambahkan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer penuh untuk menanggapi setiap ancaman dari perairan tersebut.
"Kami akan mengebom habis garis pantai dan menembaki perahu serta kapal Iran jika diperlukan. Tujuannya jelas: Selat Hormuz harus tetap TERBUKA, AMAN, dan BEBAS!" tulis Trump.
Iran menanggapi klaim AS melalui perwakilannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani.
Baca Juga: Rocky Gerung dan Felix Siauw Kompak Soroti Teror terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diungkapkan Iravani, "Situasi saat ini, termasuk di Selat Hormuz, adalah konsekuensi langsung dari tindakan destabilisasi AS yang melancarkan agresi terhadap Iran dan merusak keamanan kawasan."
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di jalur pelayaran strategis yang mengangkut sekitar 20% kebutuhan minyak dunia tersebut.
Selain unggahan di media sosial, Trump juga menyampaikan kepada wartawan pada Jumat (13/3) bahwa Angkatan Laut AS akan segera mulai mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi selat tersebut.
"Itu akan segera dilakukan," tegasnya.
Baca Juga: Iran Buru PM Israel Benjamin Netanyahu, IRGC Klaim Hantam Tiga Pangkalan AS
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan menjadi titik panas geopolitik dunia, mengingat perannya yang vital sebagai jalur utama ekspor minyak dan gas global. Sehingga adanya gangguan di selat ini dapat berdampak langsung pada harga energi internasional dan stabilitas regional. ***