INSIBERNEWS - Isu mengenai kematian Perdana Menteri Israel kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sejumlah unggahan mengklaim bahwa Benjamin Netanyahu tewas akibat serangan rudal Iran. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak resmi pemerintah Israel.
Kantor Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa informasi yang beredar di berbagai platform digital itu tidak benar. Mereka menyebut klaim tersebut sebagai hoaks yang tidak memiliki dasar fakta.
Baca Juga: Dinilai Kurang Berimbang pada Iran, Indonesia Enggan Dukung Resolusi Dewan Keamanan PBB
Kantor PM Israel Bantah Kabar Kematian Netanyahu
Menanggapi pertanyaan seorang koresponden dari Anadolu Agency pada Sabtu, kantor perdana menteri menyatakan bahwa Netanyahu dalam kondisi baik.
“Ini adalah berita palsu. Perdana Menteri dalam keadaan baik,” demikian pernyataan singkat dari kantor PM Israel.
Meski demikian, publik menyoroti bahwa Netanyahu belum terlihat secara langsung di hadapan publik sejak isu tersebut mencuat. Ketidakhadirannya secara fisik memicu spekulasi baru di kalangan pengguna media sosial.
Klaim Berawal dari Media Iran
Isu kematian Netanyahu pertama kali muncul dari laporan media Iran, Tasnim News Agency. Media tersebut mengklaim bahwa Netanyahu menjadi korban serangan rudal yang diluncurkan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Namun hingga kini, klaim tersebut belum dapat dibuktikan secara independen dan terus menjadi perdebatan di ruang digital.
Spekulasi semakin berkembang setelah akun resmi Netanyahu di platform X mengunggah sebuah video pada 13 Maret 2026. Video itu merupakan kemunculan pertama Netanyahu sejak konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran semakin memanas.
Baca Juga: Rocky Gerung dan Felix Siauw Kompak Soroti Teror terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Dalam video tersebut, Netanyahu menyampaikan pernyataan terkait perang yang disebut telah memasuki hari ke-15 dan berdampak luas di kawasan Timur Tengah.
Namun warganet menemukan sejumlah kejanggalan dalam rekaman tersebut. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah tampilan tangan kanan Netanyahu yang terlihat memiliki enam jari, sesuatu yang sering dianggap sebagai kesalahan pada video yang dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan.