"Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," sambungnya.
Novel menuturkan, dirinya sempat melihat CCTV saat penyerangan terhadap Andrie Yunus.
Menurut korban penyiraman air keras di 2017 itu, kasus yang dialami aktivis KontraS telah dilakukan secara terorganir.
"Pelakunya nggak satu motor berdua gitu, nggak. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang begitu terorganisir," terang Novel.
Baca Juga: Ngeri! Truk Crane Terguling di Jalan Tebet Jaksel, Lalu Lintas Arah Kuningan Macet Parah
"Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali," ungkapnya.
Di sisi lain, Novel mengapresiasi Polri yang bergerak cepat mengambil langkah pengecekan CCTV hingga memeriksa sejumlah saksi.
Kendati demikian, eks penyidik KPK itu mengimbau pengusutan harus dilakukan secara menyeluruh.
"Semua orang yang terlibat harus diusut, aktor intelektualnya harus disentuh, dijangkau dan diberi pertanggungjawaban yang berat," tandas Novel.***