news

Ekspor Batu Bara Tertekan, Kinerja Angkutan Tongkang ALII Turun Tajam hingga September 2025

Minggu, 28 Desember 2025 | 20:55 WIB
Ilustrasi Batu Bara (Photo : Instagram.com/ckc.ooo)

INSIBERNEWS - PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) mencatat penurunan signifikan pada volume angkutan tongkang berukuran 300 feet sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Hingga September, total volume angkutan tercatat sebesar 942.000 metrik ton (MT), turun lebih dari separuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.984.000 MT.

Penurunan ini mencerminkan tantangan yang tengah dihadapi sektor logistik batu bara nasional, terutama yang bergantung pada aktivitas ekspor.

Lesunya permintaan global turut memengaruhi kinerja perusahaan pelayaran dan logistik yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi komoditas energi tersebut.

Baca Juga: Jelang 2026, Bulog Pastikan Harga Beras Terkendali dan Stok Aman di Pasaran

Direktur Ancara Logistics Indonesia, Rahul Nalin Rathod, menjelaskan bahwa kondisi pasar internasional saat ini sangat dinamis dan penuh tekanan. Faktor geopolitik global disebut menjadi salah satu pemicu utama melemahnya arus perdagangan batu bara.

“Persaingan antara Amerika Serikat dan China memberi dampak langsung terhadap perdagangan global, termasuk ekspor batu bara,” ujar Rahul dalam keterangannya.

Ia menambahkan, ketegangan tersebut berpengaruh pada dua pasar utama batu bara Indonesia, yakni China dan India. Penurunan permintaan dari kedua negara tersebut secara otomatis menekan volume pengangkutan, khususnya menggunakan tongkang berukuran besar.

Baca Juga: Dominasi di GBT, Persebaya Gilas Persijap Jepara Tiga Gol Tanpa Balas, Skor Akhir 4-0

Tongkang 300 feet selama ini menjadi andalan untuk pengiriman batu bara dalam jumlah besar ke pasar ekspor. Ketika permintaan menurun, tingkat utilisasi armada tersebut ikut terdampak dan berimbas pada kinerja operasional perusahaan.

Selain faktor geopolitik, fluktuasi harga batu bara global juga dinilai turut memengaruhi keputusan pembelian dari negara tujuan. Kondisi ini membuat pelaku usaha di sektor logistik harus lebih adaptif dalam mengelola armada dan rute pengangkutan.

Meski menghadapi tekanan, manajemen ALII menyatakan terus melakukan evaluasi strategi bisnis. Diversifikasi layanan logistik serta optimalisasi segmen domestik disebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga kinerja di tengah perlambatan ekspor.

Baca Juga: Hujan Masih Mengintai Awal 2026, BMKG Minta Warga Lebih Siaga Jelang Tahun Baru

Perusahaan juga memantau peluang dari sektor non-batu bara yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka menengah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama.

Ke depan, ALII berharap kondisi pasar global dapat berangsur membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dan pulihnya permintaan energi, sehingga volume angkutan tongkang kembali meningkat.***

Tags

Terkini