news

Warga Korban Bencana Marah, Tuding Ada Mafia Kayu di Sisa Banjir Aceh Tamiang

Minggu, 21 Desember 2025 | 13:26 WIB
Tangkapan layar warga yang protes terkait aktivitas oknum yang hanya mengangkut kayu bernomor sisa banjir. (TikTok/Hot Topic)

INSIBERNEWS - Aceh Tamiang masih bergulat dengan dampak banjir bandang yang menerjang wilayah mereka. Saat warga berupaya membersihkan sisa material dan memulihkan lingkungan, muncul dugaan praktik tidak etis yang justru memicu kemarahan masyarakat.

Di lapangan, warga menyoroti adanya aktivitas pengangkutan kayu sisa banjir yang diduga dilakukan secara tebang pilih oleh oknum tertentu. Kayu-kayu yang diambil disebut hanya yang memiliki kualitas tinggi dan telah diberi tanda khusus, sementara sisanya dibiarkan berserakan di area permukiman.

Kekecewaan warga semakin meluas setelah sebuah video protes beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @Hot Topic pada Minggu, 21 Desember 2025, dan langsung menuai perhatian publik.

Baca Juga: Heboh! Foto Gandengan Bareng Insanul Fahmi, Inara Rusli Sepakat Berdamai?

Dalam rekaman itu, terdengar suara warga yang menyayangkan tindakan pengangkut kayu yang dinilai tidak fokus pada pembersihan menyeluruh pascabanjir.

Kehadiran mereka dianggap lebih mengutamakan nilai ekonomi kayu dibanding membantu memulihkan kondisi lingkungan warga yang masih porak-poranda.

"Kalau bisa janganlah yang pakai nomor aja yang diangkat," ucap seorang warga dengan nada menyindir dalam video tersebut.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 14 Rumah di Kapuk Muara, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Warga berharap seluruh material kayu sisa banjir dapat diangkut agar proses pemulihan desa berjalan lebih cepat dan merata.

“Kalau bisa semua lah diangkat,” tambahnya.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah ibu-ibu yang berada di lokasi meluapkan emosi mereka. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketamakan yang memanfaatkan penderitaan korban bencana.

Beberapa warga bahkan melontarkan kecaman keras, menuding adanya praktik seperti “mafia kayu” yang mencari keuntungan di tengah kondisi darurat.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Wisata Guci Tegal, Sejumlah Pancuran Air Panas Rusak Dihantam Arus

“Jangan rakus kalian, nanti diazab oleh Allah,” teriak salah seorang warga dengan nada geram.

Hingga kini, masyarakat Aceh Tamiang mendesak adanya keterbukaan dan pengawasan dalam proses pembersihan sisa banjir. Warga berharap penanganan pascabencana dilakukan secara adil dan menyeluruh, bukan hanya menguntungkan pihak tertentu.

Tags

Terkini