INSIBERNEWS - Keberangkatan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah menuai sorotan tajam sebagian masyarakat Indonesia. Publik menilai, momen kepergian sang Bupati tidak tepat di tengah bencana banjir bandang yang terjadi.
Perjalanan umrah Mirwan diketahui publik setelah foto-fotonya diunggah oleh biro perjalanan Almisbah Travel dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Usai banjir dengan kritikan pedas, Mirwan akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Ia mengaku bertanggung jawab atas kegaduhan yang telah terjadi dan rasa kecewa yang muncul di tengah masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Baca Juga: Surplus Dagang China Tembus Rekor Baru, Tembus USD1 Triliun di Tengah Tekanan Perang Tarif AS
“Saya, Haji Mirwan, selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan yang dirasakan banyak pihak,” ucap Mirwan dalam pernyataannya.
Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan seluruh masyarakat Indonesia, terutama warga Aceh dan Aceh Selatan.
Mirwan mengakui bahwa keputusannya berangkat umrah di tengah situasi bencana telah menyita perhatian publik dan mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah.
Baca Juga: Ricuh soal Bansos Berujung Tumpah Darah, Pamong Desa di Lampung Selatan Dibacok Warga Sendiri
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan ibadah saya di tengah musibah telah menjadi perhatian serius dan berdampak luas. Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” lanjutnya.
Mirwan kemudian menegaskan tidak akan menghindar dari tanggung jawab. Ia memastikan tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah dan berkomitmen penuh dalam upaya penanganan bencana yang melanda wilayah Aceh Selatan.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Baca Juga: Hubungan Berakhir, Dearly Joshua Singgung Orang Ketiga saat Masih Berhubungan dengan Ari Lasso
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang sensitivitas kepemimpinan di masa krisis, sekaligus pengingat bahwa kehadiran pemimpin di tengah rakyat saat bencana adalah simbol kepercayaan dan tanggung jawab yang tidak bisa digantikan.***