Kakek korban, Tugimin (71), menjadi pihak yang paling vokal sejak awal kasus mencuat. Ia menduga cucunya dibawa pergi oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayah kandung Alvaro, meski belakangan identitas itu diduga tidak benar dan justru mengarah pada sosok ayah tiri yang kini ditahan polisi.
Tugimin sempat mengungkapkan harapannya agar cucunya ditemukan hidup, namun kenyataan berbicara lain. Penemuan jasad dan penangkapan terduga pelaku kini menjadi pukulan berat bagi keluarga yang selama ini menggantungkan harapan pada upaya pencarian.
Hingga kini, publik menunggu kejelasan penuh dari penyidik mengenai bagaimana peristiwa mengenaskan ini bisa terjadi. Sementara proses hukum berjalan, keluarga dan warga sekitar Pesanggrahan berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang.***