Relokasi tahap awal akan dimulai dengan pembangunan hunian sementara (huntara). BNPB menyebut pembangunan itu akan dilakukan bersama TNI dan Polri yang bertugas di wilayah Cilacap.
“Secepat mungkin. Lokasinya sekitar dua kilometer dari titik longsor,” ungkapnya.
Selain hunian sementara, pemerintah juga merencanakan pembangunan hunian tetap yang tidak akan dibuat terlalu jauh jedanya dari proses pembangunan huntara. Harapannya, warga bisa segera pindah ke hunian aman tanpa perlu menunggu waktu yang terlalu panjang.
Baca Juga: Menjelang Voting DK PBB, Netanyahu Tegaskan Tolak Negara Palestina dalam Bentuk Apa Pun
“Huntara bisa jadi area dapur hunian tetap bila prosesnya cepat,” papar Suharyanto.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meninjau lokasi sehari sebelumnya menyebut bahwa lahan seluas 3,5 hektare di Majenang telah disiapkan untuk relokasi penyintas. Menurutnya, pemindahan ini penting untuk mencegah risiko longsor susulan.
“Nanti disiapkan rumah yang aman, karena masih ada retakan yang berpotensi menimbulkan longsor ulang,” kata Luthfi.
Dengan kondisi tanah yang masih tidak stabil dan korban yang belum ditemukan, seluruh proses pencarian dan relokasi kini menjadi prioritas utama pemerintah agar warga terdampak dapat kembali hidup dengan aman dan nyaman.***