news

Evakuasi Terhambat Cuaca, Tim SAR Temukan 2 Korban dan 17 Lainnya Masih Dalam Pencarian di Longsor Cilacap

Sabtu, 15 November 2025 | 15:05 WIB
Tangkapan layar proses evakuasi korban longsor di Cilacap. (Dok. BNPB)

INSIBERNEWS - Memasuki hari ketiga proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih terus dilakukan.

Melalui konferensi pers pada Sabtu, 15 November 2025, Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban meninggal dunia.

Dilaporkan kedua korban tesebut atas nama Muhammad Hafiz (6) dan Nur Isnaini (30) ditemukan di area worksite A2, lokasi yang sejak pagi menjadi fokus pencarian tim.

Baca Juga: Kenang Persahabatan dengan Prabowo, Raja Yordania Abdullah II: He Is My Brother

"Terupdate barusan kami mendapat informasi di lapangan pukul 11:37 menit di posisi A2 terevakuasi satu body part," ujar Abdullah.

Sejak pagi tim telah memulai pencarian terhadap 20 korban yang dilaporkan hilang. Dari jumlah tersebut, tiga korban berhasil ditemukan, sedangkan pencarian terhadap 17 korban lainnya masih terus dilanjutkan.

"Di pagi hari kita melakukan proses pencarian 20, sudah ketemu 3, dan kami masih melanjutkan proses pencarian masih 17 (korban)," katanya.

Baca Juga: Bermula Dari Udang, Cengkih Hingga Sepatu Buatan Indonesia Ditolak Amerika Serikat Karena Terpapar Radioaktif Cesium 137

Adapun dibeberkan juga terkait perkembangan terbaru yang mencakup pembagian sektor pencarian, pengerahan alat utama, hingga rencana penanganan kendala cuaca yang menghambat proses evakuasi.

Operasi SAR di Cilacap dilakukan dengan sistem pembagian sektor pencarian untuk mempercepat identifikasi lokasi korban.

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menggeser material longsor yang menimbun permukiman warga, terutama pada area yang memiliki kedalaman timbunan paling ekstrem.

Baca Juga: Soal Beras Oplosan yang Dijual Premium, Mentan Amran Soroti Fenomena Serakahnomic

Selain alat berat, tim gabungan menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop untuk menjangkau area sempit yang tidak bisa diakses mesin.

Koordinasi dilakukan secara intensif antara Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah guna memastikan setiap sektor bisa dipantau dan dibersihkan secara bertahap.

Halaman:

Tags

Terkini