Padahal, standar patahan maksimum untuk kategori premium hanya sekitar 14 persen.
"Pecahannya 59 persen. Artinya menir, makanan ayam, dikemas bahwa ini adalah premium,” kata Andi dalam wawancara tersebut.
Temuan ini menjadi salah satu indikasi praktik yang ia sebut sebagai ‘Serakahnomic’, yakni pola bisnis yang mengutamakan keuntungan besar tanpa mempedulikan dampaknya pada petani maupun konsumen.***