INSIBERNEWS– Suasana khidmat Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang, 7 November 2025, mendadak tercoreng oleh insiden ledakan yang menyebabkan puluhan orang menjadi korban.
Di tengah simpang siur informasi, isu terorisme sempat mengemuka seiring kabar penemuan "senjata api laras panjang dan pistol berlabel 'Welcome To Hell' serta bahan peledak."
Namun, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus, buru-buru memberikan klarifikasi yang mengejutkan publik.
Baca Juga: Said Didu Sebut Pernyataan Prabowo Bakal Tanggung Jawab soal Whoosh Bisa Bikin Salah Tafsir
Klarifikasi Mengejutkan: Senjata yang Ditemukan Ternyata Hanya Mainan!
Menyikapi isu panas tentang potensi aksi terorisme, Wamenko Polkam Lodewijk Paulus menegaskan agar masyarakat menahan diri dari kesimpulan prematur. Ia secara spesifik membantah temuan senjata yang disebut-sebut canggih.
“Itu senjata mainan, bukan senjata beneran. Setelah kami cek itu senjata mainan,” ujar Lodewijk tegas kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (7/11/2025).
Ia juga meragukan kemungkinan ledakan tersebut berasal dari bom, mengingat dampaknya yang tidak sebesar dugaan teror.
Mengenai Ledakan: Tim forensik masih bekerja di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Skeptis Soal Bom: “Kalau bom molotov pasti udah kebakar itu, namanya karpet,” tambahnya, mengacu pada karpet masjid yang tidak hangus total.
Janggal! 'Welcome To Hell' dan Ledakan Saat Salat Jumat
Isu terorisme muncul bukan tanpa sebab. Laporan awal menyebutkan adanya temuan barang bukti yang mengkhawatirkan, termasuk senjata api dan tulisan provokatif.
Poin Penting yang Perlu Ditunggu:
Senjata: Dipastikan Lodewijk sebagai senjata mainan.
Motif: Jangan jumping conclusion bahwa ini aksi teroris, kita belum sampai ke sana,” tegasnya.
Instruksi: Masyarakat diminta untuk memberi waktu aparat bekerja hingga temuan resmi disampaikan.