Di sisi lain, langkah ini juga dipandang sebagai respons terhadap ketegangan dagang yang selama ini membayangi hubungan Amerika dengan beberapa mitra lain di Asia.
Korea Selatan, yang dikenal memiliki industri teknologi dan manufaktur kuat, dianggap mitra penting bagi AS untuk menjaga kestabilan rantai pasok global, terutama dalam bidang semikonduktor dan energi.
Analis perdagangan internasional menilai kebijakan pengurangan tarif ini akan membawa dampak positif bagi kedua negara, terutama di sektor logistik, otomotif, dan elektronik. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya pengawasan berkelanjutan agar tidak terjadi ketimpangan dalam implementasinya di lapangan.
Baca Juga: DPR dan Pemerintah Sepakat! Biaya Haji 2026 Turun Jadi Rp87,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,1 Juta
Dengan tercapainya kesepakatan ini, AS dan Korea Selatan diperkirakan akan memasuki babak baru dalam hubungan ekonomi mereka—lebih erat, lebih saling bergantung, dan lebih siap menghadapi tantangan global.
Kedua negara berkomitmen melanjutkan dialog strategis untuk memastikan kerja sama ini tidak hanya menguntungkan korporasi besar, tapi juga masyarakat di kedua sisi Pasifik.***