INSIBERNEWS - Amerika Serikat dan Korea Selatan resmi mencapai kesepakatan baru di bidang perdagangan setelah serangkaian perundingan intensif antara para pemimpin kedua negara.
Kesepakatan ini menandai langkah besar menuju penguatan hubungan ekonomi dan investasi lintas sektor, sekaligus memperkuat posisi strategis kedua negara di tengah dinamika global yang terus berubah.
Dilansir dari BBC pada Rabu (29/10/2025), kesepakatan tersebut mencakup penurunan tarif timbal balik dari 25 persen menjadi 15 persen. Langkah ini disebut sebagai kelanjutan dari komitmen yang telah disepakati sejak awal tahun, dengan tujuan memperlancar arus ekspor-impor antara Washington dan Seoul.
Ajudan Presiden Korea Selatan, Kim Yong-beom, menjelaskan bahwa kesepakatan ini bukan hanya soal penurunan tarif, tetapi juga mencerminkan kemitraan ekonomi yang lebih dalam.
“Kami berupaya menciptakan sistem perdagangan yang saling menguntungkan. Kedua negara ingin memastikan stabilitas rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Kim dalam pernyataannya.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Hari Ini di Wilayah Jabodetabek, Sedia Payung untuk Sore Hari!
Dalam kesepakatan tersebut, Korea Selatan berjanji untuk menanamkan investasi senilai USD350 miliar di Amerika Serikat. Dari jumlah itu, USD200 miliar akan disalurkan dalam bentuk investasi tunai langsung, sementara USD150 miliar lainnya dialokasikan untuk pengembangan industri strategis seperti pembuatan kapal dan teknologi maritim.
Langkah besar ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan Seoul terhadap iklim investasi di Amerika Serikat, terutama di sektor energi bersih, otomotif listrik, dan industri pertahanan.
Pemerintah AS pun menyambut baik komitmen tersebut dan menyebutnya sebagai bukti bahwa hubungan bilateral kedua negara berada dalam fase paling produktif dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Kritik Itu Vitamin Demokrasi, Pemimpin Jangan Takut Dikoreksi!
Presiden AS menilai bahwa kerja sama ini tidak hanya akan menguntungkan kedua negara secara ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi strategis mereka dalam menghadapi tantangan global, termasuk stabilitas regional di kawasan Indo-Pasifik.
“Kemitraan kami dengan Korea Selatan melampaui perdagangan—ini tentang menjaga keamanan dan kesejahteraan bersama,” katanya dalam konferensi pers di Washington.
Baca Juga: Prabowo Ajak Bangsa Tetap Kompak: 'Beda Boleh, Tapi Kita Satu Keluarga Indonesia'