news

Prabowo Tegaskan Kritik Itu Vitamin Demokrasi, Pemimpin Jangan Takut Dikoreksi!

Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:06 WIB
Presiden Prabowo saat Mendatangi Mabes Polri untuk Menyaksikan Pemusnahan Narkoba Sitaan Tahunan (Foto : istimewa)

“Yang mau jadi presiden angkat tangan, gak apa-apa. Tapi kalau jadi presiden, jangan takut dikoreksi,” ujarnya, membuat para undangan tertawa dan bertepuk tangan.

Ia menambahkan, dalam setiap pengabdian kepada negara, seorang pemimpin tidak boleh terbawa emosi pribadi. Menurutnya, tugas kenegaraan harus dijalankan dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih.

“Dalam pengabdian kepada bangsa, jangan bawa perasaan sakit hati. Kalau dikritik ya biasa. Namanya juga manusia,” ucapnya.

Baca Juga: Yamaha Pamerkan Motor Listrik Sport Proto BEV di Japan Mobility Show 2025

Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras Polri, BNN, dan seluruh lembaga yang berperan dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia. Ia menyoroti keberhasilan aparat yang dalam satu tahun terakhir berhasil menyita 214,84 ton narkotika senilai lebih dari Rp29 triliun, serta mengungkap puluhan ribu kasus dan tersangka.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh aparat. Perang melawan narkoba ini tidak bisa sendiri, butuh kerja sama, teamwork yang solid,” ujarnya.

Baca Juga: Dampak Pencemaran Sampah, Warga Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Alami Krisis Air Bersih

Prabowo menegaskan, bangsa yang kuat bukanlah bangsa tanpa kritik, melainkan bangsa yang mampu mengelola kritik menjadi energi untuk tumbuh. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga semangat persatuan meski berbeda pandangan.

“Koreksi itu baik, tapi di ujungnya ayo kita bersatu. Karena yang kita perjuangkan sama: Indonesia yang kuat, adil, dan makmur,” pungkasnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini