Namun, di balik optimisme proyek, muncul tantangan krusial yang harus segera diantisipasi oleh Pemda di wilayah Tangerang.
Menteri Hanif mewanti-wanti adanya potensi "bom waktu" penumpukan sampah selama masa pembangunan PSEL, yang diperkirakan memakan waktu dua tahun.
"Selama dua tahun kita akan menimbun sampah. Sampah yang akan terjadi hampir dua juta ton," ungkap Hanif.
"Jadi, kalau satu tahun satu juta [ton], dua tahun akan ada dua juta ton yang harus segera dipikirin sambil menunggu PSEL."
Pernyataan ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan untuk segera menyiapkan langkah-langkah penanganan dan reduksi sampah sementara yang efektif, demi menghindari krisis lingkungan sebelum proyek PSEL raksasa di Jatiwaringin rampung dan beroperasi (**)