news

Chef Profesional Soroti Kasus Keracunan Massal MBG, Sarankan untuk Contoh Jepang

Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:03 WIB
Makan Bergizi Gratis (MBG) (Antara)

INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini justru membuat para orang tua was-was usai dibayangi berbagai kasus keracunan massal.

Sajian menu yang dibagikan dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut, belakangan ini kerap tersandung kasus keracunan massal yang membuat kepercayaan publik menurun.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengakui, pihaknya menutup ratusan dapur karena ditemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Imbas Kasus Keracunan Massal, BGN Ungkap 106 Dapur MBG Resmi Ditutup

Berkaca dari hal tersebut, apakah kini saatnya orang tua terlibat langsung dalam penyediaan makanan untuk anak-anak di sekolah, sebagaimana praktik di sejumlah negara maju? Berikut ulasannya.

Desakan Penutupan Total dan Perbandingan dengan Jepang
Chef profesional sekaligus influencer, Ray Janson menyoroti ihwal meningkatnya jumlah korban dan mendesak agar seluruh dapur MBG ditutup sementara.

“JPPI mencatat hingga kini lebih dari 10 ribu anak menjadi korban keracunan MBG,” ungkapnya dalam siniar YouTube pribadinya Ray Janson Radio yang tayang pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Baca Juga: Tegang di Kabinet Merah Putih: Purbaya dan Luhut Saling Jauhi, Benarkah Ada Retak?

Ray menilai, langkah BGN belum cukup cepat merespons krisis ini. Penutupan 106 dapur justru terjadi setelah lonjakan korban yang signifikan pada September hingga awal Oktober.

Dalam kesempatan yang sama, Ruben selaku pengusaha katering sehat menilai, perlu adanya keterlibatan orang tua dalam penyediaan makanan bagi anak sekolah.

Ruben lantas membandingkan dengan sistem Kyushoku di Jepang, di mana orang tua ikut menyiapkan makanan anak di sekolah.

Baca Juga: Update soal Kampung Haji Indonesia di Makkah hingga Upaya pemerintah Pangkas Biaya dan Waktu Menunggu Haji

“Di sana, orang tua siswa terlibat langsung. Mereka datang pagi, menyiapkan makanan untuk anak-anak mereka. Pemerintahnya pun sudah menyiapkan sistem ini sejak tahun 1930-an,” ujar Ruben.

Menurutnya, keterlibatan orang tua dapat meningkatkan tanggung jawab bersama atas kualitas makanan.

Halaman:

Tags

Terkini