news

Trump Desak Erdogan Stop Beli Minyak Rusia, Tekanan ke Putin Makin Ditingkatkan

Sabtu, 27 September 2025 | 16:29 WIB
Trump Desak Erdogan Stop Beli Minyak Rusia (Instagram @realdonaldtrump)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan desakan keras kepada mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, agar menghentikan pembelian minyak dari Rusia.

Permintaan ini disampaikan langsung di hadapan wartawan saat keduanya bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih, pada Jumat (26/9/2025) waktu setempat.

Baca Juga: Perpres Baru Tegaskan Target Nusantara Jadi Ibu Kota Politik 2028, ASN Mulai Dipindahkan Bertahap

Trump menegaskan, langkah itu merupakan bagian dari strategi menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera menghentikan perang di Ukraina. Menurutnya, selama Rusia masih mendapat pemasukan besar dari ekspor energi, maka perang akan terus berlanjut.

“Saya ingin dia berhenti membeli minyak dari Rusia sementara Rusia melanjutkan perang ini,” kata Trump kepada wartawan, merujuk pada Erdogan.

Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Fadli Korban Tenggelam di Sungai Kalimalang Ditemukan Tersangkut Eceng Gondok

Turki bukan satu-satunya negara yang jadi sorotan Washington. Trump juga mendesak India, China, dan bahkan Uni Eropa agar mengambil langkah serupa. India bahkan sudah dikenai tarif tambahan oleh AS sebagai bentuk sanksi atas keputusan mereka tetap membeli minyak dari Moskow.

Trump menilai tekanan ekonomi adalah cara paling efektif untuk melemahkan Rusia. Menurutnya, jika aliran dana dari sektor energi bisa ditekan, Putin akan kesulitan mendanai agresinya di Ukraina.

“Kami tidak bisa membiarkan Putin terus mendanai perang dengan uang dari minyak yang dibeli oleh sekutu-sekutu kami. Itu kontradiksi besar,” ujar Trump menambahkan.

Baca Juga: Bagnaia Raih Kemenangan Sprint Perdana di Motegi, Marquez Tetap Dekatkan Diri ke Gelar Juara Dunia

Sementara itu, pihak Turki belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump. Namun, para analis menilai posisi Ankara cukup dilematis.

Di satu sisi, Turki merupakan anggota NATO yang memiliki kedekatan strategis dengan Washington, tetapi di sisi lain, negara tersebut juga sangat bergantung pada pasokan energi dari Rusia.

China dan India pun berada pada posisi serupa. Kedua negara dengan populasi besar itu membutuhkan minyak dalam jumlah masif untuk menjaga stabilitas ekonominya. Namun, sikap mereka berseberangan dengan keinginan Amerika Serikat yang berusaha mengisolasi Moskow.

Baca Juga: Netanyahu Sambut Pidato Prabowo di PBB, Singgung Normalisasi Hubungan Israel dengan Dunia Muslim

Halaman:

Tags

Terkini