INSIBERNEWS - Warga Jalan Arwana, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang anak perempuan berusia 8 tahun berinisial AR. Korban ditemukan tewas di sebuah kamar indekos pada Minggu (21/9) dini hari dalam kondisi mengenaskan.
Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga dan Bhabinkamtibmas sekitar pukul 00.00 WIB. Tim kepolisian kemudian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Defisit APBN 2026 Diperlebar demi Redam Gejolak Sosial
"Begitu mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara untuk melakukan olah tempat kejadian perkara," ujar Agus di Jakarta, Senin (22/9).
Dari hasil pengecekan di lapangan, polisi mendapati korban dalam kondisi telentang tanpa busana, bersimbah darah, dan sudah mulai membusuk.
Darah terlihat menempel di tubuh korban dan berceceran di lantai kamar. Kondisi kamar juga ditemukan berantakan, seakan ada perlawanan atau aktivitas mencurigakan sebelum korban meninggal.
Baca Juga: Tesla Dapat Restu Uji Robotaxi di Arizona, Elon Musk Targetkan Jangkau Setengah AS
Agus menuturkan, proses olah TKP berlangsung cukup lama.
"Tim melaksanakan pengolahan lokasi kejadian hingga pukul 04.00 WIB," katanya. Polisi mengumpulkan barang bukti dan melakukan pemotretan detail untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal tim forensik di lokasi, diperkirakan korban sudah meninggal sekitar lima hari sebelum ditemukan. Hal ini terlihat dari kondisi jasad yang mulai membusuk dan menimbulkan aroma menyengat di sekitar kamar indekos.
Baca Juga: Google Lepas Gemini di Chrome untuk Semua Pengguna Desktop, Buka Akses Fitur AI Tanpa Batasan
Kasus ini sontak menimbulkan kegemparan di lingkungan sekitar. Banyak warga yang tidak menyangka ada tragedi mengerikan di indekos yang selama ini terlihat biasa saja.
Beberapa penghuni kos lain bahkan mengaku tidak mencium bau aneh sebelumnya, hingga akhirnya warga curiga dan melapor ke pihak berwenang.
Baca Juga: Alex Marquez Dapat Dukungan Penuh Ducati, Siap Gaspol dengan Motor Spek Pabrikan di MotoGP 2026