INSIBERNEWS - Peta politik dunia kembali bergeser setelah pemerintah Inggris secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Keputusan bersejarah ini diumumkan pada Minggu (21/9), hanya beberapa hari sebelum dimulainya Sidang Umum PBB di New York.
Pengakuan tersebut langsung diikuti dengan perubahan peta resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Inggris.
Jika sebelumnya wilayah Tepi Barat dan Gaza selalu ditandai dengan label Occupied Palestinian Territories (OPT) atau Wilayah Palestina yang Diduduki, kini nama itu dihapus dan diganti menjadi “Palestina”.
Baca Juga: Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Terancam Denda Rp500 Ribu
“Halaman ini telah diperbarui dari 'Occupied Palestinian Territories' menjadi 'Palestina',” tulis keterangan resmi Kemlu Inggris di situsnya, sambil menampilkan peta baru yang menunjukkan Palestina sebagai negara yang diakui.
Langkah Inggris ini tentu saja membawa konsekuensi diplomatik yang besar. Selama ini, status Palestina selalu menjadi isu sensitif di panggung internasional, terutama karena masih adanya sengketa wilayah dengan Israel.
Israel langsung melayangkan protes keras atas pengakuan tersebut. Pemerintah Israel menyebut keputusan Inggris “tidak masuk akal” dan menegaskan bahwa mereka tak pernah akan mengizinkan berdirinya negara Palestina.
Pernyataan itu menegaskan kembali sikap keras Israel yang selama ini menolak segala bentuk pengakuan kedaulatan Palestina.
Baca Juga: TNI Akan Latih Driver Ojek Online Jadi Penolong Pertama di Jalanan
Bagi Palestina sendiri, pengakuan Inggris menjadi angin segar sekaligus dukungan moral besar di tengah konflik yang tak kunjung usai. Sejumlah pejabat Palestina menyambut gembira langkah ini dan menyebutnya sebagai kemenangan diplomasi.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai keputusan Inggris berpotensi memicu gelombang pengakuan baru dari negara-negara Barat lainnya.
Jika sebelumnya negara-negara Eropa lebih berhati-hati dalam menyikapi isu Palestina, langkah Inggris bisa membuka jalan bagi pengakuan yang lebih luas.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Cilincing, 15 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar
Namun, tak sedikit pula yang menilai bahwa pengakuan ini bisa menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pasalnya, Israel hampir pasti akan merespons dengan kebijakan yang lebih keras, baik di tingkat diplomasi maupun di lapangan.