news

Banjir di Nagekeo Sebabkan Kerugian Rp90 Miliar, Tiga Warga Masih Hilang

Senin, 15 September 2025 | 15:29 WIB
Ilustrasi Banjir Bandang di NTT (foto : AP)

INSIBERNEWS - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Selain merenggut korban jiwa, banjir juga menimbulkan kerugian besar yang ditaksir mencapai Rp90,69 miliar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Gusti Pone, menyebutkan bahwa hingga saat ini masih ada tiga warga yang belum ditemukan. Sementara enam korban lainnya sudah berhasil dievakuasi.

Baca Juga: Ratusan Hektare Tambang Ilegal Disita Negara, Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Hutan

“Selain kerugian materi, masih ada tiga korban yang belum ditemukan, dan korban yang sudah ditemukan enam orang,” ujar Gusti, Senin (15/9).

Kerusakan paling besar dialami sektor infrastruktur dengan nilai mencapai Rp82,45 miliar. Fasilitas publik lumpuh setelah tiga jembatan putus, 28 kilometer jalan rusak berat, serta 18 jaringan irigasi hancur diterjang banjir. Sistem air bersih dan perpipaan juga ikut terdampak sehingga menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Turun Jadi 432,5 Miliar Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

Tak hanya itu, sektor permukiman warga pun tak luput dari terjangan banjir. Sedikitnya 33 rumah ambruk, 23 pondok roboh, enam dapur warga hancur, dan satu kios rata dengan tanah. Kerugian di sektor ini ditaksir mencapai Rp4,18 miliar.

Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Nagekeo. Debit air yang meluap dari sungai tak mampu ditahan, sehingga melanda permukiman dan infrastruktur warga.

Baca Juga: Fandy Christian Ngotot Pertahankan Rumah Tangga, Kirim Surat Tolak Cerai untuk Dahlia Poland

Pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri hingga kini masih berfokus pada pencarian korban hilang dan pemulihan fasilitas vital. Tim gabungan juga membuka posko darurat untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.

Selain penanganan darurat, BPBD juga menekankan pentingnya langkah pencegahan bencana ke depan. Salah satunya dengan memperkuat sistem peringatan dini dan memperbaiki tata kelola lingkungan agar kejadian serupa tidak menimbulkan kerugian besar lagi.

Baca Juga: Garuda Muda Bidik Malaysia Usai Hajar Tonga di FIBA U-16 Women’s Asia Cup

“Kerugian ini menjadi pengingat bahwa kita harus lebih serius membangun infrastruktur tangguh bencana. Mitigasi perlu ditingkatkan, terutama di wilayah rawan banjir,” tutup Gusti.

Tags

Terkini