Pertemuan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah insiden serangan Israel ke Doha, sehingga dianggap sebagai upaya menunjukkan kedekatan sekaligus dukungan moral Amerika kepada Qatar.
Banyak pengamat menilai Trump sedang mencoba menyeimbangkan sikapnya, di satu sisi tetap mendukung Israel, namun di sisi lain tak ingin kehilangan hubungan strategis dengan Qatar.
Situasi di Timur Tengah memang masih jauh dari kata stabil. Serangan demi serangan terus menimbulkan korban jiwa dan memperburuk hubungan antarnegara.
Baca Juga: Solo Hadirkan Ekskul Roblox untuk Siswa SMP, Dorong Kreativitas Generasi Alpha
Dalam konteks ini, pernyataan Trump sekaligus menegaskan bahwa Amerika Serikat masih berusaha memainkan peran sebagai penengah, meski di saat bersamaan harus menjaga kedekatannya dengan kedua pihak yang sedang berseteru.