news

Trump Sebut Qatar Sekutu Penting, Ingatkan Israel Lebih Hati-Hati di Timur Tengah

Senin, 15 September 2025 | 14:36 WIB
Donald Trump - Presiden Amerika Serikat (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas, namun di tengah situasi tersebut, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pujian kepada Qatar. Ia menyebut negara kecil di Teluk itu sebagai sekutu penting bagi Washington, meski posisinya kerap berada dalam situasi sulit karena berada di “pusat konflik.”

Baca Juga: Isu Pergantian Kapolri, Istana Pastikan Belum Ada Surpres dari Presiden Prabowo

“Qatar telah menjadi sekutu yang hebat. Mereka menjalani kehidupan yang berat karena posisinya berada di tengah segalanya. Jadi mereka harus pintar menjaga langkah politiknya. Tapi saya bisa katakan, mereka adalah mitra yang sangat berarti bagi Amerika Serikat,” ujar Trump saat berbicara di Gedung Putih, Senin, 15 September 2025, dikutip dari Yeni Safak.

Pernyataan Trump muncul setelah muncul pertanyaan seputar serangan udara Israel ke ibu kota Qatar, Doha, pada pekan lalu. Serangan tersebut menewaskan lima anggota Hamas dan juga seorang pejabat keamanan Qatar. Peristiwa ini sontak memicu kecaman keras, baik dari pemerintah Qatar maupun dari negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Baca Juga: Eko Patrio Pasrah soal Karier Politik, Serahkan Keputusan pada Zulhas usai Dinonaktifkan PAN

Trump menanggapi dengan nada peringatan. Ia meminta Israel agar lebih berhati-hati dalam mengambil langkah militer.

“Israel dan semua pihak harus berhati-hati. Saat kita melancarkan serangan, kita harus benar-benar bijak dan berhati-hati,” tegasnya.

Baca Juga: Istana Buka Suara Terkait Viralnya Video Prabowo yang Diputar di Bioskop

Ucapan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Trump tidak ingin eskalasi konflik semakin meruncing, terutama dengan melibatkan negara sekutu AS di Teluk.

Qatar selama ini dikenal sebagai tuan rumah markas besar militer AS di kawasan, tepatnya di Pangkalan Udara Al Udeid, yang menjadi titik strategis bagi operasi Amerika di Timur Tengah.

Baca Juga: DPR Soroti Konsumsi Gula Rafinasi yang Bikin Petani Merugi, Pemerintah Diminta Awasi Peredaran

Tak lama setelah pernyataan itu, Trump menggelar jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, di New York.

Pertemuan itu digambarkan oleh pihak Qatar sebagai sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. “Luar biasa,” begitu kesan yang disampaikan wakil kepala misi Qatar terkait jamuan tersebut.

Baca Juga: Pastikan Sistem Aman, BCA Buka Suara Soal Isu Pembobolan RDN Rp70 Miliar

Halaman:

Tags

Terkini