Di sisi lain, suasana duka masih menyelimuti keluarga Affan. Pemakaman di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8), dipenuhi kerabat dan rekan yang turut mendoakan.
Banyak yang berharap kasus ini tidak berhenti di tingkat etik, melainkan juga diproses secara pidana hingga tuntas.
Aspirasi masyarakat yang menuntut keadilan menjadi tekanan moral bagi pemerintah dan kepolisian.
Langkah Prabowo yang mendorong transparansi dipandang sebagai upaya meredam keresahan publik sekaligus memperbaiki kepercayaan terhadap institusi kepolisian.
Namun, tantangan besar masih menanti: memastikan bahwa kasus ini benar-benar ditangani tanpa pandang bulu dan tidak berhenti pada sekadar sanksi internal.
Baca Juga: Fakta Terbaru Penyerangan Rumah Sri Mulyani: Dari Mana Asal Massa?
Tragedi yang menimpa Affan menjadi pengingat bahwa aparat keamanan dituntut bekerja profesional dan mengutamakan keselamatan warga.
Pemerintah pun kini berada di bawah sorotan, apakah benar-benar bisa memberikan keadilan atau hanya sekadar retorika politik. Publik menanti bukti nyata, bukan sekadar janji.
Dengan perintah langsung dari Presiden, sorotan media, dan pengawasan masyarakat, proses hukum terhadap tujuh anggota Brimob ini diprediksi akan menjadi salah satu kasus uji penting bagi reformasi kepolisian di Indonesia.
Baca Juga: Kritik Publik dan Tuntutan IMM, Bella Shofie Akhirnya Mundur dari DPRD Buru
Transparansi menjadi kunci, sebab hanya dengan cara itu kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.