news

MKD Desak Parpol Copot Anggota DPR yang Kontroversial Bikin Gaduh, NasDem Jadi Pelopor

Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:52 WIB
MKD Desak Parpol Copot Anggota DPR Kontroversial (YouTube/TV Parlemen)

INSIBERNEWS – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kembali menjadi sorotan usai mendesak partai politik agar tegas menertibkan anggota fraksinya yang dinilai menyulut emosi publik.

Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, menilai sejumlah anggota dewan telah melanggar kode etik, baik melalui pernyataan maupun tindakan yang dianggap tidak pantas di tengah sorotan masyarakat.

Dek Gam menegaskan, partai politik harus bertanggung jawab terhadap sikap kadernya yang menimbulkan kontroversi.

Ia meminta agar langkah tegas segera diambil, termasuk menonaktifkan anggota DPR yang viral dengan pernyataan maupun tindakan yang mengundang kemarahan publik.

“MKD meminta kepada partai politik tersebut yang anggotanya viral untuk segera menonaktifkan anggota tersebut di DPR, sesegera mungkin,” ujarnya, Minggu (31/8).

 Baca Juga: Fakta Terbaru Penyerangan Rumah Sri Mulyani: Dari Mana Asal Massa?

Dari sejumlah partai, baru Partai NasDem yang telah mengambil sikap konkret. Dua kadernya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, resmi dinonaktifkan dari keanggotaan partai sekaligus status sebagai anggota DPR.

Langkah ini mendapat perhatian publik sebagai bentuk ketegasan politik dalam menjaga integritas lembaga legislatif.

Namun, Dek Gam tidak berhenti di situ. Ia juga mendesak partai lain, termasuk Golkar, untuk segera mengambil keputusan terkait kadernya, Adies Kadir, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Menurutnya, semua partai harus mencontoh sikap NasDem dengan mengedepankan kepentingan rakyat dibanding melindungi citra partai.

 Baca Juga: Kritik Publik dan Tuntutan IMM, Bella Shofie Akhirnya Mundur dari DPRD Buru

Selain soal pernyataan kontroversial, MKD juga menyoroti tindakan sejumlah anggota DPR yang berjoget saat sidang tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus lalu.

Momen itu menuai kritik keras dari masyarakat karena dianggap tidak etis, mengingat kondisi rakyat yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi.

“Joget-joget di DPR itu juga melanggar etik, di saat rakyat lagi susah enggak ada di DPR untuk ini (joget), enggak ada itu yang kayak gitu. Akan saya tertibkan semua mereka,” tegas Dek Gam.

Halaman:

Tags

Terkini