INSIBERNEWS - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti Shell dan BP belakangan menjadi sorotan. Keluhan masyarakat soal antrean panjang dan stok yang terbatas membuat pemerintah turun tangan mencari solusi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengimbau agar SPBU swasta tidak segan membeli BBM langsung dari Pertamina jika masih kesulitan memenuhi kebutuhan konsumen. Menurutnya, langkah ini lebih cepat dan efektif dibanding harus menunggu impor.
Baca Juga: Warga Padati MRT Jakarta di Hari Gratis, Tanda Ibu Kota Kembali Pulih
“Kalau ada yang masih kurang, silakan beli di Pertamina. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena pasokan BBM yang terbatas,” ujar Bahlil pada Minggu (31/8/2025).
Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya sudah memberikan kelonggaran kepada SPBU swasta dengan menambah kuota impor BBM hingga 10 persen dibanding tahun 2024. Namun, penambahan tersebut rupanya belum cukup menutup celah kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Demo Ricuh Mengarah ke Makar, TNI-Polri Diminta Bertindak Tegas
Dengan permintaan yang terus meningkat, terutama di wilayah perkotaan, Bahlil menilai swasta tidak bisa hanya bergantung pada impor.
Pertamina, kata dia, sebagai pemain utama di sektor energi domestik, memiliki stok yang bisa menopang distribusi agar tidak terjadi kelangkaan panjang.
Baca Juga: Kim Jong Kook Umumkan Menikah September 2025, Running Man Panjang Durasi Demi Momen Spesial
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara badan usaha milik negara dan swasta untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terjamin. Pemerintah tidak ingin perbedaan jalur distribusi justru memicu disparitas harga maupun kelangkaan di tengah situasi ekonomi yang sedang berusaha stabil.
Selain itu, Bahlil menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat agar distribusi BBM sesuai aturan dan tidak ada permainan yang merugikan konsumen.
“Fokus kita adalah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga. Jangan sampai ada pihak yang bermain di tengah kondisi ini,” tegasnya.
Baca Juga: PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya, Imbas Joget Viral dan Rumah Dijarah Massa
Dengan adanya imbauan tersebut, diharapkan SPBU swasta bisa segera menyesuaikan strategi distribusi mereka. Masyarakat pun diharapkan tidak lagi menghadapi antrean panjang atau kehabisan bahan bakar ketika mendatangi SPBU non-Pertamina.