INSIBERNEWS - Ratusan orang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senin 25 Agustus 2025. Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan memadati Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Dari pantauan langsung, massa aksi membawa berbagai atribut dan spanduk yang menunjukkan tuntutan mereka. Suasana di lokasi terlihat penuh energi namun juga tegang.
Sekitar pukul 12.40 WIB, aparat kepolisian melakukan upaya pemukulan mundur dengan water cannon. Hal ini terjadi saat pendemo bergeser dari gerbang utama DPR menuju gerbang Pancasila di belakang kompleks parlemen.
Polisi menyemprot massa karena beberapa pendemo mulai melempari aparat. Gas air mata juga sempat ditembakkan untuk menahan pergerakan mereka.
Aksi ini diberi nama “Indonesia Gelap, Revolusi Dimulai” oleh Aliansi Rakyat Bergerak. Informasi resmi disebarkan melalui akun Instagram @gejayamemanggil.
Pendemo menyampaikan sembilan tuntutan utama dalam aksi tersebut. Tuntutan pertama adalah menurunkan Presiden Prabowo dan Wali Kota Gibran sebagai simbol pengawasan publik terhadap pejabat.
Baca Juga: Tragis! Remaja 14 Tahun di Labusel Ditemukan Tewas Gantung Diri, Abang dan Pacar Jadi Tersangka
Tuntutan kedua menekankan pembubaran Kabinet Merah-Putih. Mereka menilai kabinet saat ini gagal menghadirkan kepemimpinan yang adil dan berpihak pada rakyat.
Selain itu, pendemo juga menuntut pembubaran DPR RI. Mereka menilai lembaga legislatif perlu direformasi demi transparansi dan akuntabilitas.
Isu penulisan ulang sejarah Indonesia juga menjadi sorotan. Massa menuntut penghentian proyek yang dianggap menyimpangkan fakta sejarah dan merugikan generasi muda.
Baca Juga: Dapat Kartu Kuning, Inilah Profil Hugo Gomes dos Santos Silva: Gelandang Tengah Dewa United
Pendemo meminta agar Fadli Zon ditangkap dan diadili atas penyangkalan tragedi pemerkosaan massal 1998. Mereka menilai tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan.
Tuntutan lain mencakup penolakan terhadap Rancangan Kitab Hukum Undang-Undang Anti-Pemerasan (RKHUAP). Pendemo menilai rancangan ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan hukum.