news

BGN Dapat Anggaran Jumbo Rp268 Triliun di RAPBN 2026, Fokus ke Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 18 Agustus 2025 | 14:33 WIB
Ilustrasi Program MBG (Foto : Dok/Pemprov DKI)

INSIBERNEWS - Pemerintah resmi mengusulkan anggaran belanja sebesar Rp1.498,25 triliun untuk 102 kementerian dan lembaga (K/L) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Dari total tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat sebagai penerima anggaran terbesar dengan alokasi mencapai Rp268 triliun.

Baca Juga: Mentan Amran Yakin Swasembada Pangan Bisa Tercapai di 2025, Jadi Kado untuk HUT RI ke-80

BGN, yang selama ini menjadi motor penggerak program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat porsi anggaran paling besar karena program tersebut akan diperluas cakupannya. Meski demikian, sebagian dari dana tersebut masih berstatus dicadangkan sebagai bentuk antisipasi pengelolaan keuangan negara.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menjelaskan bahwa program MBG 2026 dirancang untuk menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat. Kelompok sasaran itu terdiri dari siswa sekolah, ibu hamil, hingga balita yang membutuhkan dukungan gizi seimbang.

Baca Juga: Alami Hipotermia Berat, Pendaki Asal Bone Meninggal di Puncak Gunung Bawakaraeng Saat Perayaan HUT RI ke-80

“Pemerintah berkomitmen memastikan setiap anak Indonesia mendapat akses gizi yang cukup. Melalui MBG, kita ingin membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat,” ujar Prabowo saat menyampaikan keterangan mengenai RAPBN 2026.

Sebagai pendukung utama program tersebut, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dibentuk di berbagai daerah.

SPPG ini nantinya akan menjadi pusat layanan distribusi makanan bergizi sehingga manfaat program bisa langsung dirasakan masyarakat di akar rumput.

Baca Juga: Bakal Nikah Tahun Ini, Kim Jong-kook Siapkan Rumah Pengantin Seharga 72 Miliar

Jika ditotal, alokasi dana untuk MBG di tahun anggaran 2026 mencapai Rp335 triliun. Angka jumbo ini menunjukkan besarnya prioritas pemerintah pada pembangunan sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak dini.

Program MBG sendiri dipandang sebagai salah satu proyek strategis nasional di bidang kesejahteraan masyarakat.

Dengan porsi anggaran yang sangat besar, pemerintah berharap kualitas kesehatan anak-anak Indonesia meningkat signifikan, sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan.

Baca Juga: Romantis! Rachquel Nesia dan Kevin Royano Resmi Menikah di Hari Kemerdekaan

Selain itu, program ini diharapkan ikut menggerakkan perekonomian lokal. Bahan makanan yang digunakan untuk MBG akan dipasok dari petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di berbagai daerah, sehingga anggaran besar ini tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini