INSIBERNEWS - Suasana unjuk rasa di depan kantor Bupati Pati pada Rabu (13/8) memanas sekitar pukul 11.10 WIB. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata dan water canon untuk membubarkan massa yang semakin ricuh di depan gerbang kantor.
Sebelumnya, sejumlah pengunjuk rasa berusaha merobohkan dua gerbang kantor, yakni gerbang utama di depan dan gerbang samping. Aksi itu memicu ketegangan dengan aparat keamanan yang berjaga.
Baca Juga: Presiden Peru Dorong Ekspor Blueberry dan Delima ke Pasar Indonesia
Tak hanya itu, massa juga melempari polisi dengan berbagai benda, termasuk botol air mineral kemasan dan pecahan genteng, yang membuat suasana semakin tegang.
Dari mobil komando, aparat kepolisian memperingatkan bahwa massa yang beraksi sudah mulai ditunggangi kelompok anarkis. Peringatan ini disampaikan untuk menegaskan bahwa situasi mulai tidak terkendali.
Karena penggunaan gas air mata oleh polisi, sejumlah wartawan yang meliput terpaksa berlindung dengan masuk ke dalam gedung kantor bupati. Di dalam kantor tersebut, tidak ditemukan pegawai negeri sipil yang sedang bekerja.
Baca Juga: Lebih dari 100 Agen Perjalanan Haji Diduga Terlibat Kasus Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Ibadah
Hanya terlihat beberapa anggota polisi yang mengalami luka-luka akibat bentrokan selama aksi berlangsung. Mereka mendapatkan pertolongan medis di lokasi.
Situasi ini menggambarkan betapa memanasnya aksi unjuk rasa yang awalnya berjalan damai, namun berubah menjadi konfrontasi antara massa dan aparat.
Baca Juga: Kim Keon Hee Mantan Ibu Negara Korea Selatan Ditangkap Atas Dugaan Suap dan Campur Tangan Pemilu
Pihak kepolisian terus berupaya mengendalikan keadaan agar tidak semakin meluas dan membahayakan keselamatan semua pihak.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi aparat untuk menjalankan tugasnya menjaga keamanan di wilayah Pati.