INSIBERNEWS - Kabar duka datang dari Pondok Ungu Permai, Babelan, Kabupaten Bekasi. Dua siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler renang di sekolah mereka.
Peristiwa yang terjadi pada Senin siang, 11 Agustus 2025, ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, teman, dan pihak sekolah.
Baca Juga: Norwegia Lepas Saham di 11 Perusahaan Israel, Soroti Krisis Kemanusiaan Gaza
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan sesi perdana ekstrakurikuler renang untuk murid kelas satu.
Anak-anak yang baru saja memulai tahun ajaran ini diharapkan bisa belajar berenang sebagai bagian dari kurikulum tambahan sekolah. Namun, suasana ceria itu berubah menjadi tragedi.
Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa kedua korban berinisial KBW dan FAP dilaporkan tenggelam di kolam renang milik sekolah.
Baca Juga: APBD DKI 2026 Tembus Rp95,3 Triliun, Tumbuh di Tengah Inflasi Terkendali
"Hari itu (11 Agustus) adalah kegiatan ekstrakurikuler renang pertama bagi siswa kelas satu," jelas Reonald dalam keterangan tertulis pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Menurutnya, pada siang hari pihak sekolah langsung menghubungi orangtua kedua siswa tersebut.
Panggilan itu datang dari kepala sekolah yang juga menjadi pendamping kegiatan renang saat kejadian berlangsung. Orangtua diminta segera datang ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Polemik Ijazah UNY Tak Kunjung Selesai, Muncul Surat Pernyataan Kontroversial untuk Wisudawan
"Ibunya KBW tiba lebih dulu di rumah sakit dan diberitahu bahwa KBW dan FAP telah meninggal dunia, diduga akibat tenggelam," lanjut Reonald.
Jasad kedua bocah itu kemudian dibawa pulang ke rumah masing-masing untuk dimakamkan. Tangis haru mengiringi prosesi pemakaman yang berlangsung sederhana namun penuh duka.
Baca Juga: Gubernur Jatim Terbitkan Aturan Baru Soal Sound Horeg, Volume Dibatasi hingga Atur Rute