news

UMKM Asal Wilayah Kepulauan Sukses Menjadi Pemasok Program MBG Berkat Dukungan BRI

Sabtu, 2 Agustus 2025 | 14:51 WIB
UMKM Sitaro jadi pemasok MBG berkat dukungan BRI (BRI)



INSIBERNEWS — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan pelaku UMKM hingga ke wilayah kepulauan.

Salah satu yang merasakan manfaat pembiayaan produktif BRI adalah Jane Katang, pelaku usaha dari Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Jane merupakan pemilik usaha sembako Aiko Maju, yang kini berperan sebagai pemasok bahan baku untuk dapur umum dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Prabowo Umumkan Susunan Baru DPP Gerindra 2025-2030, Sugiono Jadi Sekjen

Sebelumnya, Jane telah menjalankan usaha percetakan dan rumah makan. Dalam upaya memperluas usahanya, ia mendirikan unit sembako dengan nama Aiko Maju.

Seiring pelaksanaan Program MBG di wilayah Siau, Aiko Maju mendapat kesempatan terlibat sebagai pemasok bahan baku untuk dapur umum yang melayani ratusan sekolah.

Jane menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam rantai pasok program MBG berkembang seiring meningkatnya kebutuhan.

Baca Juga: BPI Danantara Ubah Skema Bonus BUMN: Komisaris Tak Lagi Terima Tantiem, Direksi Fokus Kinerja Nyata

“Awalnya saya hanya menyuplai bahan pokok seperti beras dan telur, tapi kebutuhan terus bertambah. Karena itu saya inisiatif ajukan KUR ke BRI, supaya usaha saya bisa memenuhi permintaan dan program tetap jalan,” ujarnya.

Dengan dukungan pembiayaan dari BRI, Aiko Maju kini berperan sebagai pemasok untuk dapur umum MBG di wilayah Siau, yang melayani lebih dari 2.400 siswa dari 154 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA dan SMK.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara UMKM dan lembaga keuangan seperti BRI mampu memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Resmi Bebas, Amnesti dari Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik

Jane juga menuturkan bahwa tantangan pengadaan bahan pangan di wilayah kepulauan tidak hanya berkaitan dengan jarak, tetapi juga dengan keterbatasan ketersediaan komoditas segar.

Misalnya, salak sudah tersedia di Siau, tetapi untuk jenis buah lainnya masih harus didatangkan dari luar.

“Buah-buahan banyak saya datangkan dari Kota Manado karena belum semua tersedia di sini. Tantangannya, kalau telat sedikit bisa rusak, jadi saya harus benar-benar perhitungkan jadwal kapal dan daya tahan stok."

Baca Juga: KPK Masih Menunggu Surat Resmi dari Presiden Prabowo Terkait Amnesti Hasto Kristiyanto

Ia menambahkan "Ini jadi bagian dari tanggung jawab saya supaya dapur bisa terus berjalan dan anak-anak tetap dapat gizi lengkap. Sementara untuk bahan baku lain seperti sayur dan ikan, saya belanjakan langsung dari pasar Siau,” ungkapnya.

Dalam pernyataan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa komitmen BRI dalam memperkuat UMKM tidak hanya melalui pembiayaan.

Tetapi juga lewat dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: Nikita Willy Pakai Batik di Resepsi Monokrom Luna Maya, Salah Kostum atau Cerdas?

“Program MBG membutuhkan rantai pasok yang mampu menjamin kesinambungan suplai dengan jumlah dan standar yang memadai. Usaha Aiko Maju menunjukkan bahwa pelaku UMKM dapat menjawab tantangan tersebut secara profesional, bahkan dalam kondisi geografis yang menantang" Pungkas Hendy.

"Dukungan terhadap Aiko Maju merupakan contoh nyata dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung keberhasilan program strategis,” Tambahnya.

Tags

Terkini