INSIBERNEWS - Suasana di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, mendadak geger. Seorang pria ditemukan tewas di atas plafon gudang yang juga digunakan sebagai musala di PT Tunggal Sila Farma, Pulomas Selatan, Kayu Putih, Selasa (29/7) sore.
Penemuan mayat itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pulogadung beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 17.47 WIB. Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: 16 Desa di Purworejo Kini Dijabat PNS Sebagai Kepala Desa, Adakah Kampungmu?
Korban teridentifikasi bernama Rastono, 37 tahun, warga Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Keberadaan jasadnya di lokasi tersebut sempat membuat karyawan dan pihak keamanan perusahaan terkejut, lantaran posisi mayat berada di atas plafon yang jarang diakses.
Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto, membenarkan penemuan tersebut.
“Benar, pada tanggal tersebut ditemukan mayat laki-laki di plafon gudang. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematiannya,” ujar Suroto.
Baca Juga: Inilah Biodata Ciro Alves yang Bermain di Liga Super 2025 dengan Bela Malut United
Untuk mengungkap kronologi dan penyebab kematian Rastono, polisi memeriksa enam orang saksi. Mereka terdiri dari karyawan, petugas keamanan, teknisi, hingga teman korban.
Enam saksi tersebut adalah Suyanto (karyawan Rentokil), Mukarrim (sekretaris keamanan), Fakri (petugas Health Safety Environment), Suryanto (chief sekuriti), Nurudin (kepala teknisi), dan Mustofa (teman korban). Keterangan mereka diharapkan bisa membantu penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Cek Biodata Milos Raickovic, Pemain Asing yang Didatangkan Persebaya Surabaya
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait bagaimana korban bisa berada di atas plafon. Polisi masih menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
Penemuan mayat di area perusahaan farmasi ini membuat pihak manajemen meningkatkan pengawasan internal. Sementara itu, aparat kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.