news

RI–Tiongkok Sepakat Kembangkan AI untuk Sektor Pertanian dan Perikanan, Meutya Hafid: Kami Butuh Mitra Andal

Minggu, 27 Juli 2025 | 14:41 WIB
Potret Menkomdigi Meutya Hafid. (Instagram.com/@meutya_hafid)

INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia terus tancap gas dalam mendorong transformasi digital nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah menjalin kemitraan lebih erat dengan Tiongkok, khususnya dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan kapasitas talenta digital di tanah air.

Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, di Jakarta Pusat.

Baca Juga: Mayat dalam Kardus Gegerkan Gresik, Ditemukan Warga Saat Cari Rumput di Pinggir Jalan

Dalam pertemuan tersebut, Meutya menyampaikan bahwa Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi kerja sama pengembangan AI, khususnya di sektor prioritas nasional seperti perikanan dan pertanian.

“Salah satu fokus kami saat ini adalah bagaimana memanfaatkan AI untuk meningkatkan hasil di sektor pertanian dan perikanan. Kami harap dukungan dari Tiongkok bisa memperkuat langkah ini,” ujar Meutya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Minggu, 27 Juli 2025.

Baca Juga: Ruben Onsu Santai Lihat Anak Dekat dengan Giorgio Antonio: Selama Diperlakukan Baik, Gue Nggak Masalah

Ia menyebutkan, sejumlah wilayah di Indonesia sudah mulai menerapkan sistem berbasis AI untuk memantau lahan pertanian dan efisiensi distribusi hasil panen.

Namun, menurut Meutya, teknologi yang tersedia masih perlu ditingkatkan dari segi kemampuan dan skalabilitasnya agar bisa menjangkau lebih banyak petani dan nelayan.

Baca Juga: Macron Siap Akui Palestina September 2025, Prancis Ambil Sikap Tegas di Tengah Krisis Gaza

Dalam konteks ini, Tiongkok dinilai sebagai mitra potensial yang telah terbukti unggul dalam penerapan teknologi AI di berbagai sektor. Indonesia berharap bisa mengambil pelajaran, sekaligus menjalin kerja sama konkret yang memberi manfaat langsung pada masyarakat bawah.

Selain fokus pada sektor produktif, kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama infrastruktur digital. Mulai dari pembangunan jaringan internet yang lebih merata hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia lewat kolaborasi antarperguruan tinggi di bidang teknologi.

Baca Juga: Belum Ada Wacana Gibran Pindah Kantor ke IKN, Istana: Fokus Kita Selesaikan Infrastruktur Dulu

“Pemerintah juga berharap perusahaan-perusahaan Tiongkok bisa menjalin kemitraan langsung dengan pemerintah daerah. Jadi kolaborasinya bukan hanya di tingkat pusat, tapi benar-benar menyentuh daerah-daerah,” tambah Meutya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Indonesia dalam mempersiapkan lompatan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi internasional, pemerintah berharap bisa menciptakan ekosistem digital yang kuat dan adaptif terhadap tantangan masa depan.***

Tags

Terkini