news

Setelah Swiss dan Brasil, Pendaki Belanda Terluka di Jalur Pelawangan Rinjani

Jumat, 18 Juli 2025 | 15:37 WIB
Jadi korban selanjutnya, pendaki asal Belanda jatuh di Gunung Rinjani (Basarnas)



INSIBERNEWS – Gunung Rinjani, salah satu destinasi pendakian paling populer di Indonesia, kembali memakan korban.

Seorang pendaki asal Belanda bernama Sarah Tamar van Hulten, yang diketahui menetap di Denmark, dilaporkan mengalami kecelakaan saat menuruni jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak pada Kamis (17/7) siang.

Insiden ini menambah deretan kecelakaan yang melibatkan turis asing di gunung tersebut.

Baca Juga: Curhat Farel Prayoga ke Denny Sumargo Bikin Netizen Miris: Keluargaku Sendiri yang Hancurin Aku

Sebelumnya, pendaki asal Brasil dan Swiss juga mengalami insiden tragis serupa di medan ekstrem Rinjani.

Meningkatnya jumlah kecelakaan dalam beberapa bulan terakhir memunculkan kembali pertanyaan besar soal keamanan, kesiapan jalur, serta edukasi keselamatan bagi para pendaki internasional.

Menurut laporan yang diterima oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) pada pukul 14.00 WITA, korban terjatuh ketika sedang menuruni area curam dan berbatu di jalur Pelawangan Sembalun, salah satu lintasan paling menantang di kawasan Rinjani.

Baca Juga: Heboh! Sidang Vadel: Saksi Pihak Lolly Ternyata Hanya Netizen, Kuasa Hukum Optimis Dapat Keringanan Hukuman!

Tak lama setelah laporan masuk, tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Mengingat kondisi medan yang tidak memungkinkan evakuasi darat cepat, pihak BTNGR bersama tim SAR memutuskan untuk menggunakan helikopter SGI Air Bali.

Upaya evakuasi udara ini membuahkan hasil dan Sarah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada pukul 16.41 WITA.

Baca Juga: Ternyata Janda! Ini Dia Sosok Kekasih Baru Andrew Andika yang Bikin Kaget Publik!

Ia kemudian langsung dibawa menuju RS BIMC Kuta, Bali, untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Gunung Rinjani memang dikenal dengan keindahannya yang memukau.

Pemandangan Segara Anak, kaldera luas, dan tantangan pendakian ekstrem menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Momen Viral di Konser Coldplay! Kiss Cam Ungkap Perselingkuhan CEO dan Rekan Kerja

Namun, di balik pesonanya, jalur pendakian Rinjani menyimpan risiko tinggi terutama bagi mereka yang kurang berpengalaman atau tidak didampingi oleh pemandu lokal.

Insiden Sarah bukanlah yang pertama. Beberapa bulan sebelumnya, pendaki asal Swiss ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terjatuh di jalur Torean, salah satu lintasan yang terkenal licin dan sempit.

Tak lama berselang, seorang pendaki asal Brasil juga mengalami kecelakaan serupa, memicu kekhawatiran di kalangan komunitas pendaki dan pengelola taman nasional.

Baca Juga: Luncurkan BRILiaN Way, BRI Siap Bertransformasi Culture Menuju One of The Most Profitable Bank in Southeast Asia

Tingginya frekuensi kecelakaan dalam waktu singkat memicu dorongan evaluasi sistem pendakian di Rinjani.

Para pengamat pariwisata dan aktivis lingkungan menyerukan peningkatan standar keamanan, edukasi risiko untuk turis asing, serta kewajiban menggunakan pemandu lokal berlisensi.

"Rinjani bukan gunung yang bisa dianggap enteng. Banyak jalur yang terlihat indah, tapi juga sangat berbahaya, apalagi saat kondisi cuaca berubah," ujar salah satu anggota SAR Lombok Timur.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tipis, Buyback Tetap Stabil di Tengah Ketentuan Pajak

Sementara itu, BTNGR menyatakan akan kembali meninjau SOP pendakian, termasuk memperketat izin pendakian dan mewajibkan briefing keselamatan yang lebih mendalam bagi wisatawan asing.

Rentetan kejadian ini menjadi pengingat bahwa alam tak bisa diprediksi dan tak bisa ditaklukkan hanya dengan semangat petualangan semata.

Rinjani mungkin menggoda, tapi juga bisa menjadi ujian berat, bahkan bagi para pendaki berpengalaman.

Baca Juga: Waduh! Toko Miras yang Dipromosikan King Abdi Ternyata Tak Punya Izin, Begini Pemkot Malang

Dengan bertambahnya daftar korban dari Belanda setelah Swiss dan Brasil, dunia pariwisata petualangan di Indonesia kini dihadapkan pada tantangan serius.

Bagaimana menjaga keseimbangan antara promosi wisata dan keselamatan pengunjung.

Tags

Terkini