INSIBERNEWS - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang publik dengan aksinya. Pada Senin malam, 23 Juni 2025, mereka menggeledah dua rumah mewah di kawasan elit Jakarta Selatan, yang diduga terkait skandal korupsi dalam akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Hasil penggeledahan ini bikin geleng-geleng kepala: senjata api, mobil-mobil mewah, hingga rumah megah di Pondok Indah kini disita sebagai bagian dari penyelidikan kasus yang merugikan negara hingga Rp893,1 miliar.
Baca Juga: Netizen Brasil Ramai-ramai Tag Prabowo, Istana Respons Serbuan Soal Pendaki Jatuh di Rinjani
Dari penggeledahan itu, KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang mencuri perhatian.
“Kami menemukan senjata api, baik laras pendek maupun panjang dengan kaliber 32, di lokasi tersebut,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, dalam pernyataan resminya pada Selasa, 24 Juni 2025.
Baca Juga: Dipuji Kritikus Film Sebagai Salah Satu Film Terbaik Disney, Elio Tetap Tak Bisa Curi Perhatian
Tak hanya senjata, penyidik juga menyita lima mobil mewah yang terparkir di kedua rumah tersebut. Ada dua unit Lexus, satu Maybach yang harganya selangit, satu Toyota Alphard, dan satu Mitsubishi Xpander.
Selain itu, sebuah rumah megah di kawasan Pondok Indah kini sudah dipasangi plang sitaan oleh KPK. Sayangnya, Budi masih bungkam soal siapa pemilik properti dan barang-barang mewah ini, hanya menyebut bahwa semua masih dalam proses penyelidikan mendalam.
Kasus ini berawal dari tawaran Adjie, pemilik PT Jembatan Nusantara, yang pada 2014 mencoba menjual perusahaannya—lengkap dengan armada kapal penyeberangannya—kepada ASDP. Saat itu, direksi ASDP menolak mentah-mentah karena kapal-kapal tersebut dianggap sudah uzur dan tak layak operasi.
Namun, ceritanya berubah drastis ketika Ira Puspadewi menjabat sebagai Direktur Utama ASDP pada 2019–2020. Di bawah kepemimpinannya, akuisisi yang sebelumnya ditolak tiba-tiba mendapat lampu hijau. Pada 20 Oktober 2021, kesepakatan senilai Rp1,2 triliun diteken, meski prosesnya diduga penuh kecurangan.
Baca Juga: Peserta Dating Show I Am Solo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Penyelidikan KPK mengungkap fakta mencengangkan: dokumen inspeksi kapal diduga dipalsukan untuk membuat armada tua itu terlihat seperti kapal-kapal baru nan prima.
Padahal, kenyataannya jauh dari itu. Lebih parah lagi, setelah akuisisi selesai, PT Jembatan Nusantara yang sudah diambil alih malah meninggalkan tumpukan utang yang bikin pusing.