news

Situasi Memanas, Menlu Tingkatkan Status Siaga KBRI Iran dan Siapkan Evakuasi WNI

Kamis, 19 Juni 2025 | 09:40 WIB
Pukulan Telak Israel: Sembilan Ilmuwan Nuklir Iran Tewas (Foto : abc.net.au)

INSIBERNEWS - Meningkatnya eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel membuat pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat dan terukur.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan status siaga di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran menjadi Siaga 1, sebagai respons atas kondisi yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga: Piala Presiden 2025 Siap Digelar: Persib vs Port FC Jadi Laga Pembuka, Ini Jadwal Terupdatenya!

Menurut Sugiono, saat ini tercatat ada sekitar 380 warga negara Indonesia (WNI) yang tersebar di Teheran dan beberapa wilayah lain di IraIran

ondisi mereka disebut berada dalam situasi rentan dan tidak aman, seiring dengan intensitas serangan Israel yang kian meningkat, menyasar tidak hanya objek militer tetapi juga fasilitas dan wilayah sipil.

Baca Juga: Disambut Hangat di Rusia, Prabowo Siap Bahas Kemitraan Strategis dengan Putin

“Saya kira mereka saat ini berada dalam situasi yang sangat tidak ideal. Potensi bahaya terus meningkat,” ujar Sugiono dalam pernyataan resminya, Kamis (19/6).

Ia juga menambahkan bahwa sejak dua hari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI di Iran sudah melakukan pemetaan dan penilaian situasi untuk mempersiapkan skenario darurat, termasuk rencana evakuasi bagi seluruh WNI yang terdampak.

Baca Juga: Sarapan Jangan Terlalu Pagi, Ini Alasan Kenapa Waktu Terbaik di Atas Jam 8

“Karena perkembangan situasi di lapangan makin tidak menentu, saya putuskan untuk meningkatkan level siaga dari sebelumnya level 2 menjadi level 1,” jelas Menlu.

Langkah ini diikuti dengan pelaksanaan strategi kontinjensi, seperti identifikasi lokasi WNI, kesiapan logistik darurat, hingga mekanisme penjemputan jika sewaktu-waktu proses evakuasi harus dilakukan.

Selain itu, Kemenlu juga aktif menjalin komunikasi dengan beberapa negara tetangga Iran, agar proses keluar-masuk perbatasan bisa berjalan lancar saat evakuasi dilakukan.

Baca Juga: Terkuak! Tenaga Ahli KPK Terima Komisi Rp200 Juta dari Terdakwa Kasus Judol Kominfo

“Koordinasi dengan negara-negara tetangga sudah kami lakukan agar mereka memberikan akses lintas batas jika nanti WNI harus dievakuasi melalui darat,” imbuh Sugiono.

Halaman:

Tags

Terkini