news

Pulih Setelah Hancur: Palestina Butuh Puluhan Tahun Bangkit dari Dampak Perang

Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:17 WIB
Kondisi Gaza Yang Hancur Lebur Akibat Serangan Israel (Foto : REUTERS/FADI WHADI)

INSIBERNEWS - Kerusakan besar yang ditimbulkan oleh agresi militer Israel terhadap Palestina membuat Gaza dan Tepi Barat menghadapi tantangan berat untuk bangkit kembali.

Bank Dunia memperkirakan, proses pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut akan memakan waktu hingga 30 tahun agar bisa kembali seperti kondisi sebelum konflik pecah, dengan kerugian finansial mencapai sekitar USD 50 miliar atau setara Rp 800 triliun.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Muncul di Limbah California, Waspada Menjelang Musim Dingin

Kondisi ekonomi di Gaza sangat parah, dengan penurunan drastis mencapai 81% pada kuartal terakhir tahun 2023. Sementara itu, ekonomi Tepi Barat juga mengalami kontraksi signifikan sebesar 19%. Lonjakan inflasi di Gaza yang mencapai 300% membuat harga bahan pokok melonjak tak terjangkau oleh masyarakat yang mayoritas sudah hidup dalam kesulitan.

Baca Juga: Mobil Bekas China Laris Manis di Negara-Negara Mitra BRI, Transaksi Tembus 1 Miliar Yuan

Tingkat pengangguran di seluruh Palestina melonjak tajam, dari 24% menjadi 57%. Gaza menjadi wilayah yang paling terdampak, di mana sekitar 85% penduduknya kehilangan pekerjaan.

Selain itu, kebijakan Israel yang mencabut izin kerja bagi 150.000 warga Palestina yang biasa bekerja di wilayahnya turut memutus sumber penghasilan penting bagi banyak keluarga.

Baca Juga: Joget di Tempat Suci, Turis yang Diduga WNI Bikin Heboh di Thailand

Laporan PBB mengungkapkan bahwa sekitar 70% infrastruktur di Gaza—termasuk rumah sakit, sekolah, serta permukiman warga—rusak parah atau hancur total. Kerusakan pada sistem air bersih dan sanitasi juga memicu risiko wabah penyakit yang semakin mengancam kesehatan masyarakat setempat.

Baca Juga: Libur Panjang, Tol Jagorawi Diberlakukan Contraflow Demi Atasi Macet ke Puncak

Menurut Program Pembangunan PBB (UNDP), pembangunan manusia di Gaza mundur antara 11 hingga 16 tahun akibat krisis ini. Hal ini menunjukkan betapa besar dampak kemanusiaan yang dirasakan, yang tak hanya soal bangunan dan ekonomi, tapi juga masa depan generasi muda Palestina.

Situasi ini menegaskan betapa pentingnya dukungan internasional yang berkelanjutan, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan maupun upaya rekonstruksi jangka panjang. Proses pemulihan yang panjang dan kompleks ini membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar Palestina bisa segera bangkit dan membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Jaringan Aborsi Ilegal di Makassar Terungkap, Mantan Pemilik Apotek Ikut Terlibat

Tags

Terkini