news

Ukraina Tegaskan Bantuan Militer AS Kunci dalam Perang Melawan Rusia

Selasa, 27 Mei 2025 | 14:12 WIB
Pertemuan Trump-Zelensky (AFP)

INSIBERNEWS - Ukraina menegaskan bahwa dukungan militer dari Amerika Serikat sangat vital dalam perjuangannya menghadapi agresi Rusia. Pernyataan ini disampaikan oleh Mikhail Podoliak, penasihat dari Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis, Le Point.

Podoliak menekankan bahwa bantuan AS menjadi tulang punggung upaya militer Kiev. Selama masa pemerintahan sebelumnya, Amerika Serikat dikenal sebagai penyumbang terbesar bantuan militer bagi Ukraina. Namun, sejak Presiden Donald Trump kembali berkuasa awal tahun ini, belum ada persetujuan untuk paket bantuan militer baru yang signifikan.

Baca Juga: Membludak! Job Fair 'Bekasi Pasti Kerja' Alami Kepadatan dan Kericuhan

Sementara itu, paket bantuan terakhir yang disahkan pada era pemerintahan Joe Biden diperkirakan akan habis pada pertengahan musim panas ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerintah Ukraina tentang kesinambungan pasokan alat dan dukungan militer.

Baca Juga: Praktik Ilegal Penyuntikan Gas Elpiji 3 Kg ke Tabung 12 Kg, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Tangerang

Dalam masa kampanye, Trump berjanji akan menyelesaikan konflik ini dalam waktu 24 jam jika terpilih kembali. Namun, belakangan dia memperingatkan kemungkinan menarik diri dari proses mediasi perdamaian, kecuali kedua belah pihak, Ukraina dan Rusia, bisa mencapai kesepakatan yang memuaskan.

Situasi ini menambah ketidakpastian tentang masa depan konflik yang telah berlangsung lama, sementara Ukraina sangat bergantung pada dukungan luar negeri untuk mempertahankan kedaulatannya dan melindungi warganya.

Baca Juga: Hadiri KTT ASEAN ke-46, Seskab Teddy Ungkap Prabowo Dukung Papua Nugini untuk Gabung ke ASEAN

Di tengah dinamika politik internasional yang terus berubah, Zelensky dan timnya terus berupaya menjaga hubungan baik dengan mitra asing, khususnya AS, demi memastikan kelangsungan bantuan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tekanan militer Rusia.

Tags

Terkini