INSIBERNEWS - Sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia kembali jadi sorotan usai mencetak rekor luar biasa dalam konflik udara terbaru antara India dan Pakistan.
Dalam pertempuran yang berlangsung selama empat hari di awal bulan ini, S-400 dikabarkan berhasil menembak jatuh pesawat pengintai AWACS milik Pakistan dari jarak sejauh 314 kilometer. Prestasi itu langsung disambut pujian di India dan disebut sebagai “pembunuhan bersejarah” oleh media setempat.
Baca Juga: 75 Tahun Bersahabat, Indonesia-China Sepakat Perkuat Kolaborasi Lewat Teknologi dan Investasi
S-400, yang oleh NATO dijuluki SA-21 Growlers, kini jadi andalan utama sistem pertahanan udara India. Meski kerap mendapat sorotan negatif dari media Barat karena keterkaitannya dengan konflik Rusia-Ukraina, sistem ini justru menunjukkan efektivitasnya dalam menghadapi ancaman nyata di kawasan Asia Selatan. Keberhasilan ini dianggap sebagai bukti nyata keunggulan teknologi pertahanan buatan Moskow.
Baca Juga: Murah Meriah dan Bergizi! Ini 3 Manfaat Tempe untuk MPASI Bayi
India sendiri membeli lima unit S-400 dari Rusia lewat kesepakatan senilai USD5,4 miliar yang ditandatangani pada era Menteri Pertahanan Manohar Parrikar.
Meski pembelian tersebut sempat menuai protes dari Amerika Serikat, India tetap teguh dengan pilihannya dan kini memanen hasilnya dalam bentuk keunggulan strategis di wilayah perbatasan.
Baca Juga: TPUA Tolak Hasil Uji Ijazah Jokowi Versi Bareskrim, Desak Gelar Perkara Ulang
Serangan terhadap pesawat AWACS Pakistan ini menandai kemampuan sistem S-400 dalam menjangkau target udara berteknologi tinggi dari jarak yang sangat jauh, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh sistem pertahanan elite dunia.
Keberhasilan ini disebut-sebut juga mengirim pesan kuat kepada negara-negara tetangga soal kesiapan militer India dalam menjaga kedaulatannya.
Baca Juga: Danantara: Empat Perusahaan China Siap Investasi Besar untuk Kembangkan Industri EV di Indonesia
Dengan keberhasilan ini, India semakin percaya diri mempertahankan kebijakan pertahanannya yang berorientasi pada diversifikasi teknologi dari berbagai negara.
Di saat banyak negara meninjau ulang kerja sama militernya dengan Rusia, India justru menegaskan bahwa efektivitas di medan tempur jauh lebih penting dari opini politik global.