INSIBERNEWS - Cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah Israel. Pada Rabu (30/4/2025), badai pasir besar melanda bagian selatan negara itu, khususnya Gurun Negev, dan membuat jarak pandang turun drastis.
Tak hanya itu, angin kencang yang menyertai badai turut memperparah kebakaran hutan hebat yang terjadi di wilayah tengah, termasuk antara kota Yerusalem dan Tel Aviv.
Baca Juga: Ribuan WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia di Asia Tenggara, Modus Makin Licin dan Sulit Terdeteksi
Media lokal menyiarkan video dramatis dari kota Beersheba, di mana langit berubah menjadi jingga pekat akibat badai debu. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Pangkalan Shivta.
Channel 12 melaporkan bahwa angin yang sangat kuat membuat para tentara kesulitan menutup pintu markas. Situasi ini digambarkan sebagai peristiwa yang langka dan cukup mengkhawatirkan, terutama karena badai pasir seperti ini jarang terjadi dalam skala sebesar itu.
Baca Juga: Kulit Belang Terpapar Sinar Matahari? Ini Solusi Alami dan Praktis yang Bisa Dicoba!
Sementara itu, kebakaran hutan yang terus meluas di bagian tengah Israel kini menjadi perhatian serius. Komandan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Distrik Yerusalem, Shmulik Friedman, menyebut kebakaran kali ini mungkin merupakan yang terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Kobaran api diperburuk oleh tiupan angin yang berasal dari arah selatan, menjadikan upaya pemadaman lebih menantang dan berbahaya.
Baca Juga: Pakaian dan Sepatu RI Terancam Tarif Balasan AS, Sri Mulyani: Banyak yang Belum Sadar Dampaknya
Menanggapi situasi genting ini, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menetapkan status darurat nasional. Ia juga menginstruksikan pasukan militer untuk turun tangan langsung membantu pemadam kebakaran, terutama di kawasan Perbukitan Yerusalem yang menjadi salah satu titik kritis penyebaran api.
Langkah ini dilakukan agar upaya penanggulangan bisa berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Hingga Kamis pagi (1/5/2025), ratusan petugas pemadam dan personel militer masih berjibaku di lapangan. Warga di sejumlah area terdampak telah dievakuasi demi keselamatan.
Pemerintah Israel mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah, menggunakan masker jika harus ke luar, dan mengikuti arahan dari otoritas setempat sampai kondisi benar-benar aman.